Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Merasa lelah sepanjang waktu bisa disebarkan oleh berbagai macam faktor, di antaranya masalah gangguan tidur seperti sleep apnea atau kebisingan di malam hari.
Salah satu penyebab kelelahan yang tak terduga ialah tidak banyak bergerak. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan-jalan saja dapat meningkatkan energi seseorang sebesar 20%.
Ada banyak penyebab timbulnya rasa lelah sepanjang waktu bahkan jika sudah cukup tidur. Jika Anda sering merasa lelah, penting untuk mengetahui penyebabnya.
Berikut beberapa penyebab kelelahan, seperti dikutip dari psychologytoday.com, Jumat (10/9).
1. Makan Terlalu Sedikit.
Beberapa orang melakukan diet ketat atau melewatkan makan karena sibuk. Tetapi penting untuk disadari jika kurangnya makanan bisa membuat Anda lelah karena makanan merupakan sumber energi.
2. Makan Terlalu Sedikit Karbohidrat atau Terlalu Banyak
Jika sering melewatkan sarapan atau waktu makan lainnya, maka Anda akan mudah merasa lelah sepanjang waktu. Sama halnya dengan kelebihan karbohidrat, beberapa orang kelebihan karbohidrat seperti terlalu banyak mengonsumsi keripik kentang atau roti, yang juga dapat menyebabkan kelelahan karena tubuh dengan cepat mengubah makanan tersebut menjadi gula.
3. Berolahraga Tanpa Makan
Jika Anda melewatkan sarapan pagi atau waktu makan lainnya sebelum berolahraga, Anda tentu saja juga dapat mudah lelah setelahnya.
4. Dehidrasi
Bukti terbaru menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah sedang tidak menyebabkan dehidrasi, tetapi jika berlebihan akan menyebabkan diare atau berkeringat serius. Dehidrasi juga menyebabkan tubuh mudah lelah.
5. Zat Besi Rendah
Terlalu sedikit zat besi dalam makanan dapat menyebabkan kelelahan, terutama jika berkaitan dengan penyakit anemia, suatu kondisi ketika tubuh memiliki terlalu sedikit hemoglobin atau tidak cukup sel darah merah. Dengan anemia, sel-sel tubuh menjadi kekurangan oksigen. Kondisi ini ditandai dengan kulit pucat, sakit kepala, sesak napas, atau pusing.
6. Kualitas Tidur Buruk
Tubuh juga mudah lelah jika memiliki kualitas tidur yang buruk. Cara terbaik untuk merasa istirahat adalah pergi tidur pada waktu yang hampir sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama. Jika Anda memiliki jam sibuk dan mengandalkan mengejar ketinggalan di akhir pekan, Anda cenderung sering merasa lelah.
Kondisi lain yang memperburuk kualitas tidur ialah sleep apnea, suatu kondisi ditandai dengan tidur mendengkur. Kebisingan juga menjadi penyebab kualitas tidur buruk. Orang yang terpapar kebisingan lalu lintas malam lebih cenderung memiliki penyakit jantung dan minum obat tidur, yang tidak mengembalikan kualitas tidur mereka sepenuhnya.
Hal ini dikarenakan kebisingan membuat tubuh berada di bagian yang lebih dangkal dari siklus tidur dan mempersingkat periode selanjutnya ketika denyut nadi dan laju pernapasan melambat dan bermimpi.
Selain itu, penting juga untuk mengonsultasikan ke dokter jika Anda mengalami kelelahan terus menerus karena itu mungkin dikarenakan penyakit lain seperti penyakit jantung, hipotiroidisme, diabetes, hepatitis, dan sindrom kelelahan kronis semuanya dapat menyebabkan kelelahan yang berkelanjutan.
Kelelahan juga dapat merupakan efek samping dari obat tekanan darah, statin, dan fibrat, obat refluks asam, obat anti kecemasan, antihistamin, antidepresan, antipsikotik, antibiotik, dan diuretik. Obat juga bisa memicu depresi, yang bisa membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu. (M-2)
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved