Rahasia 'Tarian Jet' Cygnus X-1, Lubang Hitam Pertama yang Terus Mengejutkan Dunia

Thalatie K Yani
17/4/2026 12:15
Rahasia 'Tarian Jet' Cygnus X-1, Lubang Hitam Pertama yang Terus Mengejutkan Dunia
Ilmuwan berhasil mengukur energi masif dari pancaran jet lubang hitam Cygnus X-1. Temuan ini mengungkap bagaimana lubang hitam memengaruhi evolusi galaksi.(International Centre for Radio Astronomy Research(ICRAR))

LEBIH dari enam dekade setelah pertama kali terdeteksi, Cygnus X-1, lubang hitam pertama yang dikonfirmasi keberadaannya oleh manusia, kembali memberikan kejutan besar bagi dunia sains. Melalui penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy pada 16 April, para astronom berhasil mengukur output energi dari "jet penari" (dancing jets) yang dipancarkan oleh raksasa kosmis ini.

Cygnus X-1 adalah lubang hitam bermassa bintang yang terletak sekitar 7.000 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Cygnus. Dengan massa 21 kali lipat matahari, ia terkunci dalam orbit biner dengan bintang super raksasa biru bernama HDE 226868. Secara perlahan namun pasti, Cygnus X-1 "merobek" lapisan luar bintang pasangannya tersebut ke dalam cakram akresi yang sangat panas dan bersinar terang dalam cahaya sinar-X.

Fenomena 'Tarian Jet'

Seperti kebanyakan lubang hitam, Cygnus X-1 memancarkan dua berkas energi masif berupa plasma yang ditembakkan keluar oleh medan magnet yang sangat kuat. Namun, mengukur energi jet ini secara akurat selalu menjadi tantangan besar bagi para peneliti karena sifatnya yang terus bergerak atau "bergoyang".

Goyangan ini terjadi akibat pengaruh angin bintang dari HDE 226868 yang mendorong jet tersebut. Karena kedua objek ini saling mengorbit, jet tersebut tampak meliuk maju-mundur dari sudut pandang Bumi. Steve Prabu, astronom radio dari University of Oxford, menggambarkan fenomena ini sebagai "jet penari" karena gerakannya yang terus bergoyang.

Hasil pengukuran tim peneliti mengungkap data yang mencengangkan: jet tersebut bersinar dengan energi yang setara dengan 10.000 matahari dan melesat keluar dengan kecepatan sekitar 540 juta km/jam, atau hampir setengah dari kecepatan cahaya.

Mengisi Celah Pengetahuan Kosmis

Keberhasilan pengukuran ini sangat krusial karena selama ini data mengenai output energi jet lubang hitam sebagian besar hanya didasarkan pada simulasi komputer.

"Temuan kunci dari penelitian ini adalah bahwa sekitar 10 persen energi yang dilepaskan saat materi jatuh menuju lubang hitam dibawa pergi oleh jet tersebut," ujar Steve Prabu dalam pernyataan resminya. "Inilah yang biasanya diasumsikan oleh para ilmuwan dalam model simulasi alam semesta berskala besar, tetapi sulit untuk dikonfirmasi melalui observasi hingga saat ini."

Pemahaman yang lebih baik tentang jet ini tidak hanya berlaku untuk Cygnus X-1, tetapi juga bagi seluruh lubang hitam di alam semesta, mengingat teori relativitas umum Einstein menunjukkan bahwa fisika di sekitar lubang hitam memiliki kemiripan, baik yang bermassa kecil maupun supermasif.

Dampak pada Evolusi Galaksi

Lebih jauh lagi, penemuan ini memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana galaksi seperti Bimasakti berevolusi. Pancaran energi dari lubang hitam berperan sebagai mekanisme "umpan balik" yang membentuk lingkungan di sekitarnya.

"Jet lubang hitam menyediakan sumber umpan balik yang penting bagi lingkungan sekitar dan sangat penting untuk memahami evolusi galaksi," tambah rekan penulis studi, James Miller-Jones, ahli akresi lubang hitam dari Curtin University, Australia.

Dengan data baru ini, para ilmuwan kini memiliki jangkar observasi yang lebih kuat untuk memahami bagaimana kekuatan monster kosmis ini memengaruhi struktur alam semesta kita. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya