Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OBJEK luar angkasa Cygnus X-1 kembali menjadi sorotan ilmuwan setelah penelitian terbaru mengungkap kekuatan luar biasa dari semburan energinya. Lubang hitam yang terletak di rasi Cygnus ini diketahui menghasilkan jet energi yang setara dengan sekitar 10.000 kali energi Matahari, menjadikannya salah satu fenomena paling ekstrem di galaksi Bima Sakti.
Cygnus X-1 merupakan sistem biner yang terdiri dari sebuah lubang hitam dan bintang pendamping masif. Materi dari bintang tersebut secara perlahan tertarik ke dalam lubang hitam melalui proses akresi, membentuk piringan panas yang berputar dengan kecepatan tinggi. Dalam proses ini, sebagian energi tidak terserap, melainkan dilepaskan kembali dalam bentuk jet partikel berkecepatan mendekati cahaya.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy, energi yang dibawa oleh jet dari Cygnus X-1 sangat besar hingga mampu mempengaruhi lingkungan antarbintang di sekitarnya. Para peneliti menemukan bahwa jet tersebut menciptakan gelembung raksasa dalam medium antarbintang, yang terbentuk akibat dorongan energi selama ribuan tahun.
Penelitian ini memanfaatkan data observasi dari berbagai instrumen, termasuk teleskop radio seperti Very Large Array dan teleskop sinar-X seperti Chandra X-ray Observatory. Dengan menggabungkan data multi-spektrum, ilmuwan dapat melacak interaksi antara jet dan gas di sekitarnya secara lebih akurat.
Salah satu temuan kunci adalah bahwa daya yang dihasilkan jet Cygnus X-1 tidak hanya berasal dari materi yang jatuh ke lubang hitam, tetapi juga kemungkinan dari rotasi lubang hitam itu sendiri. Mekanisme ini dikenal sebagai ekstraksi energi rotasi, yang dalam astrofisika sering dikaitkan dengan proses Blandford-Znajek.
Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan bahwa dampak jet tersebut jauh melampaui sistem biner asalnya. Energi yang dilepaskan mampu memanaskan dan mengganggu distribusi gas di ruang antarbintang, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi proses pembentukan bintang di wilayah tersebut.
Cygnus X-1 sendiri merupakan salah satu kandidat lubang hitam pertama yang pernah diidentifikasi dan telah lama menjadi objek penelitian penting sejak ditemukan pada tahun 1960-an. Lokasinya yang relatif dekat, sekitar 6.000 tahun cahaya dari Bumi, membuatnya menjadi laboratorium alami untuk mempelajari fisika ekstrem di sekitar lubang hitam.
Para ilmuwan menilai bahwa pemahaman terhadap sistem seperti Cygnus X-1 akan membantu menjelaskan bagaimana lubang hitam berinteraksi dengan lingkungannya dalam skala galaksi. Studi lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih detail mekanisme pembentukan jet dan dampaknya terhadap evolusi kosmik.
Sumber: Nature Astronomy, NASA Chandra X-ray Observatory, NRAO – National Radio Astronomy Observatory
Blazar merupakan objek paling bercahaya di alam semesta dan diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif.
Peneliti internasional berhasil mengukur langsung jet lubang hitam di Cygnus X-1. Energinya setara 10.000 Matahari dan melaju hingga setengah kecepatan cahaya.
Cygnus X-1, lubang hitam pertama yang pernah dikonfirmasi keberadaannya, terus memberikan kejutan luar biasa bagi dunia astronomi.
SEBUAH studi terbaru mengungkap bahwa dua lubang hitam supermasif diprediksi akan bertabrakan dalam kurun waktu sekitar 100 tahun ke depan.
NAMA Stephen Hawking kembali dibicarakan dalam dunia sains.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved