Astronom Temukan Dua Lubang Hitam yang Akan Bertabrakan 100 Tahun Lagi

Asha Bening Rembulan
22/4/2026 21:33
Astronom Temukan Dua Lubang Hitam yang Akan Bertabrakan 100 Tahun Lagi
Ilustrasi cahaya dari lubang hitam yang lebih kecil (kiri) melengkung mengelilingi lubang hitam yang lebih besar dan membentuk bayangan yang hampir seperti cermin di sisi lainnya.(Caltech-IPAC)

PARA astronom telah menemukan sepasang lubang hitam pemancar cahaya ekstrem yang berputar spiral menuju tabrakan dahsyat. Tabrakan ini diperkirakan akan terjadi seratus tahun lagi dan dampaknya akan dirasakan oleh Bumi.

Penelitian yang dilakukan oleh Silke Britzen dan rekan-rekannya ini menggunakan pengamatan teleskop radio selama guna mempelajari objek ultra terang yang disebut “blazar.” 

Pengamatan tersebut menunjukkan bahwa blazar berjarak 500 juta tahun cahaya dari Bima Sakti sekaligus berhasil mengungkapkan pancaran energi tersembunyi yang memperlihatkan bahwa blazar adalah dua lubang hitam yang akan bertabrakan.

Berhasil Temukan Dua Lubang Hitam

Blazar merupakan objek paling bercahaya di alam semesta dan diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif. Objek ini secara aktif memberi makan di pusat galaksi dan didukung oleh lubang hitam supermasif yang pancaran radiasinya berenergi tinggi ke arah Bumi.

Umumnya, lubang hitam pusat menjadi sumber pancaran tersebut, tetapi blazar di galaksi Markarian 501 justru berbeda. Hal inilah yang membuat para astronom mengamati blazar tersebut dan pada akhirnya terungkap bahwa terdapat pancaran kedua yang berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar.

Tim penelitian Britzen menilai bahwa masing-masing pancaran tersebut ditenagai oleh lubang hitam supermasif dengan massa 100 juta hingga satu miliar kali massa Matahari.

Lubang Hitam Berjajar Sempurna

Pada 2022, kedua lubang hitam tersebut sejajar sempurna sehingga gravitasi lubang hitam utama membengkokan cahaya yang dipancarkan oleh pancaran kedua dan membentuk lingkaran yang hampir sempurna atau cincin Einstein. Fenomena ini menjadi bukti lanjutan bahwa blazar tersebut ditenagai oleh sepasang lubang hitam supermasif.

Kedua lubang hitam tersebut diperkirakan mengorbit satu sama lain searah jarum jam sekitar satu kali tiap 121 hari dan dipisahkan oleh jarak 250-540 kali jarak Matahari dengan Bumi. Secara bertahap, jarak ini akan berkurang hingga kedua objek tersebut melebur menjadi satu.

Apa Dampaknya?

Ketika lubang hitam tersebut bertabrakan, para astronom menilai bahwa keduanya akan melepaskan gelombang gravitasi yang paling intens di alam semesta. Gelombang ini bahkan diprediksi lebih kuat daripada gelombang penggabungan lubang hitam yang dipelajari sebelumnya.

Apabila hipotesis tersebut benar adanya maka detektor gelombang gravitas Bumi akan menangkap sinyal tersebut dan akan membuka petunjuk baru tentang kedua lubang hitam tersebut. (Live Science/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya