Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom telah menemukan sepasang lubang hitam pemancar cahaya ekstrem yang berputar spiral menuju tabrakan dahsyat. Tabrakan ini diperkirakan akan terjadi seratus tahun lagi dan dampaknya akan dirasakan oleh Bumi.
Penelitian yang dilakukan oleh Silke Britzen dan rekan-rekannya ini menggunakan pengamatan teleskop radio selama guna mempelajari objek ultra terang yang disebut “blazar.”
Pengamatan tersebut menunjukkan bahwa blazar berjarak 500 juta tahun cahaya dari Bima Sakti sekaligus berhasil mengungkapkan pancaran energi tersembunyi yang memperlihatkan bahwa blazar adalah dua lubang hitam yang akan bertabrakan.
Blazar merupakan objek paling bercahaya di alam semesta dan diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif. Objek ini secara aktif memberi makan di pusat galaksi dan didukung oleh lubang hitam supermasif yang pancaran radiasinya berenergi tinggi ke arah Bumi.
Umumnya, lubang hitam pusat menjadi sumber pancaran tersebut, tetapi blazar di galaksi Markarian 501 justru berbeda. Hal inilah yang membuat para astronom mengamati blazar tersebut dan pada akhirnya terungkap bahwa terdapat pancaran kedua yang berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar.
Tim penelitian Britzen menilai bahwa masing-masing pancaran tersebut ditenagai oleh lubang hitam supermasif dengan massa 100 juta hingga satu miliar kali massa Matahari.
Pada 2022, kedua lubang hitam tersebut sejajar sempurna sehingga gravitasi lubang hitam utama membengkokan cahaya yang dipancarkan oleh pancaran kedua dan membentuk lingkaran yang hampir sempurna atau cincin Einstein. Fenomena ini menjadi bukti lanjutan bahwa blazar tersebut ditenagai oleh sepasang lubang hitam supermasif.
Kedua lubang hitam tersebut diperkirakan mengorbit satu sama lain searah jarum jam sekitar satu kali tiap 121 hari dan dipisahkan oleh jarak 250-540 kali jarak Matahari dengan Bumi. Secara bertahap, jarak ini akan berkurang hingga kedua objek tersebut melebur menjadi satu.
Ketika lubang hitam tersebut bertabrakan, para astronom menilai bahwa keduanya akan melepaskan gelombang gravitasi yang paling intens di alam semesta. Gelombang ini bahkan diprediksi lebih kuat daripada gelombang penggabungan lubang hitam yang dipelajari sebelumnya.
Apabila hipotesis tersebut benar adanya maka detektor gelombang gravitas Bumi akan menangkap sinyal tersebut dan akan membuka petunjuk baru tentang kedua lubang hitam tersebut. (Live Science/P-3)
Badan Antariksa Eropa (ESA) membuka proyek sains warga Space Warps. Publik diajak mencari lensa gravitasi langka dalam data Teleskop Euclid yang belum pernah dipublikasikan.
Peneliti ungkap bagaimana materi gelap membantu pembentukan lubang hitam supermasif di awal semesta, memecahkan misteri temuan teleskop James Webb.
Astronom berhasil memetakan Supercluster Vela yang selama ini tersembunyi. Memiliki massa 30 kuadriliun matahari, struktur ini jadi salah satu objek terbesar di alam semesta.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
Asteroid 99942 Apophis akan melintas sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan tidak ada ancaman tabrakan dalam 100 tahun ke depan.
Okultasi asteroid Strenua akan terjadi 26 April 2026 pukul 19.41 WIB. Fenomena “gerhana bintang” ini langka dan dapat diamati dari Indonesia.
Salah satu sorotan utama adalah planet Jupiter yang terlihat dengan badai raksasa berwarna merah atau Great Red Spot, dengan ukuran yang bahkan lebih besar dari Bumi.
Simak skenario sains jika Matahari menghilang. Dari kegelapan dalam 8 menit hingga pembekuan total Bumi dan nasib akhir umat manusia.
Merkurius tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi. Atmosfernya sangat tipis dan terdiri dari partikel-partikel seperti oksigen, natrium, hidrogen, helium, dan kalium.
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved