Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM penelitian NASA mengenai hubungan antara medan magnet Bumi dan kadar oksigen selama 540 juta tahun, muncul kembali pertanyaan besar yang selalu menjadi fokus sains, tentang "Apakah oksigen juga ada di luar planet kita?".
Sejauh ini, Bumi dikenal sebagai satu-satunya tempat di tata surya maupun galaksi kita yang memiliki oksigen dalam jumlah besar dan stabil untuk mendukung kehidupan kompleks.
Oksigen di Bumi bukan hadir tanpa sebab. Gas ini diproduksi terutama oleh organisme fotosintetik seperti tumbuhan, alga, dan bakteri purba.
Proses biologis ini berjalan bersamaan dengan dinamika geologis di dalam Bumi, seperti pergerakan lempeng tektonik dan perubahan medan magnet yang secara tidak langsung membantu menjaga kestabilan atmosfer. Inilah yang menjadikan Bumi unik dan sangat layak huni.
Oksigen sebenarnya ada di luar Bumi, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Para ilmuwan menemukan bahwa oksigen memang dapat ditemukan di beberapa tempat di luar Bumi, tetapi biasanya tidak dalam bentuk bebas (O₂) yang bisa dihirup makhluk hidup.
Sebaliknya, oksigen di luar Bumi lebih sering muncul sebagai bentuk terikat, seperti oksigen dalam air (H₂O) atau batuan beroksidasi.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Penemuan oksigen terikat ini menunjukkan bahwa unsur tersebut sebenarnya umum di alam semesta. Namun, ketersediaannya dalam bentuk bebas yang stabil bahkan mampu menopang kehidupan kompleks, hingga kini hanya ditemukan di Bumi.
Karena oksigen bebas sangat reaktif. Gas ini dengan cepat akan mengikat unsur lain, terutama jika dalam kondisi:
Bumi adalah pengecualian karena memiliki kombinasi unik antara kehidupan fotosintetik yang menghasilkan oksigen, medan magnet yang melindungi atmosfer, dan kondisi geologis yang mendukung kestabilan gas tersebut.
Sumber: NASA
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda
Ilmuwan memprediksi pembentukan superbenua Pangea Ultima dalam 250 juta tahun ke depan akan memicu suhu ekstrem hingga 50°C dan mengancam kepunahan mamalia.
NASA merilis foto terbaru dari misi Artemis II, memperlihatkan sisi lain Bulan yang selama ini selalu hanya memperlihatkan satu wajah yang sama ke Bumi.
Misi Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa setelah para astronautnya berhasil menempuh jarak terjauh dari Bumi
Astronaut Artemis II terpukau melihat Bumi dari luar angkasa hingga menunda makan. Foto NASA ungkap keindahan planet biru dari kapsul Orion.
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
NASA mempercepat ambisi ke Bulan lewat proyek MoonFall. Empat drone "hopper" akan dikirim untuk memetakan Kutub Selatan Bulan sebelum pendaratan astronot 2028.
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
NASA telah resmi mengumumkan penugasan empat kru dari tiga agen antariksa berbeda untuk menjalankan misi SpaceX Crew-13.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved