Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan menemukan bahwa bagian dalam Mars, ternyata mirip dengan Bumi. Berdasarkan data dari misi InSight NASA, diketahui bahwa di bawah permukaan Mars ada inti padat di bagian terdalam, yang dikelilingi oleh lapisan inti cair.
Temuan ini berhasil menjawab misteri yang sudah lama membuat para peneliti penasaran. Sebuah studi yang dipublikasikan di Nature, menunjukkan bahwa temuan ini penting untuk memahami bagaimana Mars berevolusi, dari masa ke masa.
Diperkirakan miliaran tahun lalu, Mars memiliki atmosfer tebal yang mampu menopang aliran air di permukaannya. Atmosfer tersebut kemungkinan dilindungi oleh medan magnet yang mirip dengan Bumi.
Namun, perlindungan medan magnet itu kini sudah hilang. Banyak ilmuwan menduga, hilangnya medan magnet membuat atmosfer Mars perlahan hilang ke luar angkasa. Akibatnya, Mars berubah menjadi planet dingin dan gersang seperti yang kita kenal sekarang.
Di Bumi, inti terdiri dari bagian tengah yang padat, dikelilingi oleh lapisan luar yang cair. Gerakan di dalam lapisan cair ini menciptakan efek dinamo, yang menghasilkan medan magnet.
Medan magnet tersebut berperan sebagai pelindung, menahan partikel bermuatan dari Matahari agar tidak mengikis atmosfer. Sehingga Bumi bisa tetap layak dihuni dalam jangka waktu yang lama.
Jejak magnet di kerak Mars menunjukkan bahwa planet ini dulu memiliki medan magnet, tetapi hilang ketika inti Mars mendingin dan berhenti bergerak.
Bentang alamnya juga memberi bukti jelas bahwa air cair pernah mengalir, namun kini dengan atmosfer yang tipis, Mars sudah kehilangan sebagian besar air yang dulu menopang kondisi tersebut.
Tim ilmuwan yang menggunakan seismometer pada wahana pendarat InSight milik NASA, berhasil mengidentifikasi inti Mars dan menemukan bahwa bagian inti tersebut, masih dalam keadaan cair.
Kini, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Huixing Bi dari Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok di Hefei, bersama rekan-rekannya mengungkapkan bahwa di dalam inti cair itu kemungkinan juga terdapat lapisan padat.
Para peneliti pertama kali berhasil mendeteksi inti Mars, serta memperkirakan ukuran dan kepadatannya. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa inti Mars berupa lapisan cair, yang lebih besar namun kurang padat dari perkiraan sebelumnya, tanpa inti padat di dalamnya.
Ukurannya, sekitar setengah radius Mars (±1.800 km) dan kandungan unsur ringan seperti karbon, sulfur, serta hidrogen. Inti ini cenderung tetap cair, karena unsur-unsur tersebut menurunkan titik leburnya dan memengaruhi proses kristalisasi.
Struktur inti Mars ternyata mirip dengan Bumi, sehingga kemungkinan pernah mampu membangkitkan dinamo. Di Bumi, perbedaan panas antara inti padat, inti cair, dan mantel memicu konveksi di inti cair yang menghasilkan medan magnet.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa, Mars juga pernah memiliki dinamo dan medan magnet di masa lalu. Memahami struktur internal planet-planet di Tata Surya sangat penting untuk mengetahui bagaimana mereka terbentuk, berkembang, dan berevolusi.
Sebelum adanya misi InSight, model yang menggambarkan Mars memiliki kemiripan dengan Bumi, memang pernah diteliti, tetapi tidak banyak diterima. Kini, dengan bukti terbaru tentang adanya lapisan padat di inti Mars, pandangan itu semakin kuat, sekaligus membuka wawasan baru tentang sejarah evolusi planet merah ini.
Sumber: SciTechDaily
Menurut para astronom, perbedaan ini terjadi karena faktor perspektif. Posisi pengamat di Bumi terutama perbedaan garis lintang membuat orientasi Bulan terlihat berbeda
Ilmuwan memprediksi pembentukan superbenua Pangea Ultima dalam 250 juta tahun ke depan akan memicu suhu ekstrem hingga 50°C dan mengancam kepunahan mamalia.
NASA merilis foto terbaru dari misi Artemis II, memperlihatkan sisi lain Bulan yang selama ini selalu hanya memperlihatkan satu wajah yang sama ke Bumi.
Misi Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa setelah para astronautnya berhasil menempuh jarak terjauh dari Bumi
Astronaut Artemis II terpukau melihat Bumi dari luar angkasa hingga menunda makan. Foto NASA ungkap keindahan planet biru dari kapsul Orion.
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
NASA mempercepat ambisi ke Bulan lewat proyek MoonFall. Empat drone "hopper" akan dikirim untuk memetakan Kutub Selatan Bulan sebelum pendaratan astronot 2028.
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
NASA telah resmi mengumumkan penugasan empat kru dari tiga agen antariksa berbeda untuk menjalankan misi SpaceX Crew-13.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved