Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi mengapresiasi kerja Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) menahan empat personel Bais TNI terduga pelaku penyiraman air keras Aktivis Kontras Andrie Yunus. Ia berharap proses hukum lanjutan bisa diakses publik.
"Selain diapresiasi, teman-teman Puspom TNI harus bisa menarik ke atas, mana aktor intelektual," ujar Muradi, melalui pesan, Kamis (19/3).
Menurutnya kasus penyiraman air keras Andrie Yunus merupakan perkara yang sulit dilihat dari situasi saat ini. Oleh karena itu, ia mendorong transparansi penangana kasus dengan terbuka terutama ketika para pelaku diadili.
Andrie Yunus disiram air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat setelah melakukan rekaman siniar terkait Militerisasi dan revisi UU TNI, pada Kamis (12/3) malam.
Andrie Yunus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan diagnosa luka bakar sekitar 20 persen.
Berdasarkan pengakuan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI empat orang anggota TNI yang diduga terlibat sudah ditahan. Mereka berasal dari AL dan AU. Adapun motif pelaku masih didalami.
"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI, bukan dari satuan mana-mana tapi dari Denma BAIS TNI," ujar Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto di Mabes TNI, Jakarta, Rabu, (18/3).
Keempat personel TNI yang diduga terlibat penyiraman air keras ialah Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. (Ant/H-4)
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
KETUA Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menegaskan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus disidang di peradilan umum
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved