Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah memberi sanksi denda sebesar Rp920 miliar kepada perusahaan kelapa sawit PT Rafi Kamajaya Abadi karena terbukti menyebabkan kebakaran di lahan seluas 2.560 hektare Kalimantan Barat (Kalbar).
Hukuman itu diberikan setelah, Pada 3 Juli lalu, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi perusahaan dengan menghukum membayar ganti rugi lingkungan hidup sebesar Rp188,97 miliar dan tindakan pemulihan lingkungan hidup senilai Rp731,03 miliar.
"Majelis hakim telah menerapkan in dubio pro natura dengan pertanggungjawaban mutlak," kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani di Jakarta, Selasa (25/7).
Baca juga: Suaka Margasatwa Rawa Singkil Terancam Perkebunan Sawit Ilegal
Rasio menuturkan kebakaran lahan seluas 2.560 hektare itu memberi dampak sangat buruk bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penduduk mengalami gangguan kesehatan karena asap, kerusakan lahan, dan kehilangan biodiversitas..
"Itu juga menghambat komitmen Indonesia dalam pencapaian agenda perubahan iklim terkait penurunan emisi karbon," tuturnya.
Baca juga: Luas Kebun Sawit di Kabupaten Agam Telah Capai 38 Ribu Hektare
Putusan tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran sekaligus peringatan bagi semua pelaku usaha sawit bahwa pemerintah tidak main-main dalam upaya menjaga lingkungan.
"Kami tidak akan berhenti menindak pelaku perusakan lingkungan hidup, termasuk kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
PT Rafi Kamajaya Abadi adalah perusahaan penanaman modal asing dengan 95% saham dikuasai Malaysia. (Ant/Z-11)
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved