Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menurunkan tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai muncul di sejumlah provinsi di Sumatera pada awal 2026.
Melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut), Manggala Agni telah melakukan pemadaman karhutla di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Kemenhut menyebut sejumlah wilayah di Sumatera saat ini masuk kategori rawan karhutla seiring meningkatnya titik panas dan potensi kekeringan.
"Wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, serta sebagian Sumatera Selatan menjadi daerah rawan karhutla sehingga membutuhkan kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi dalam keterangan resmi, Kamis (29/1).
Upaya pemadaman intensif yang dilakukan Manggala Agni bersama para pihak berhasil memadamkan kebakaran seluas 4,5 hektare di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Selain itu, kebakaran seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau, juga telah dinyatakan padam pada Minggu (25/1).
Namun demikian, hingga kini tim Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti dan Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pemadaman juga masih berlangsung di Aceh Barat, tepatnya di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, oleh Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama BPBD Aceh Barat dan KPH Wilayah IV Aceh Barat.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
“Patroli ini digunakan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat respons apabila ada kejadian. Termasuk untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, dan isu karhutla di masyarakat,” ujar Ferdian.
Ia menambahkan, tim Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Daops Sumatera III/Labuhan Batu juga tengah bergerak menuju lokasi kebakaran di Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, serta Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Berdasarkan pemantauan tinggi muka air tanah melalui Sistem Pemantauan Tinggi Air Tanah (Simatag) Kementerian Lingkungan Hidup, sejumlah titik pengamatan di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Jambi menunjukkan penurunan hingga level rawan, sangat rawan, bahkan berbahaya. Sementara itu, pemantauan hotspot harian menunjukkan peningkatan jumlah dan sebaran titik panas yang hampir merata di Sumatera.
“Pengamatan Fire Danger Rating System dari BMKG juga memperlihatkan peningkatan tingkat kerawanan,” kata Ferdian.
Kemenhut menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla dan mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Sumatra. (H-2)
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved