Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung menyidik dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan usaha pada Perum Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo). Rasuah itu didalami usai Direktur Penyidikan pada JAM-Pidsus Supardi menandatangani surat perintah penyidikan pada awal Agustus 2021.
"Sebagaimana tertulis dalam Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan JAM-Pidsus No. PRINT-25/F.2/Fd.2/08/2021 untuk melakukan penyidikan dugaan perkara tindak pidana korupsi di Perum Perindo," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis, Senin (23/8).
Leonard menjelaskan kasus itu bermula pada 2017 saat Perindo menerbitkan medium term notes (MTN/utang jangka menengah) sebagai salah satu upaya mendapatkan dana dengan menjual prospek. Melalui prospek yang dijual terkait penangkapan ikan, Perindo mendapatkan dana MTN sebesar Rp200 miliar.
Uang itu masing-masing cair sebesar Rp100 miliar pada Agustus dan Desmber 2017. Dari uang tersebut, Leonard menyebut bahwa Perindo menggunakan sebagian besar dananya untuk modal kerja perdagangan.
Baca juga: ICW: Vonis 12 Tahun Juliari Lukai Hati Korban Korupsi Bansos
"Hal ini bisa dilihat dengan meningkatnya pendapatan perusahaan yang di tahun 2016 kurang lebih Rp223 miliar meningkat menjadi Rp603 miliar di tahun 2017," jelasnya.
Bahkan pada 2018 Perindo mencatatkan pendapatan sebesar kurang lebih Rp1 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan Perindo menurut Leonard berasal dari sektor perdagangan. Capaian tersebut dilakukan dengan melibatkan semua unit usaha untuk melakukan perdagangan. Hal itulah yang menyebabkan kontrol transaksi perdagangan menjadi lemah.
"Di mana masih terjadi transaksi walau mitra terindikasi macet. Kontrol yang lemah dan pemilihan mitra kerja yang tidak hati-hati menjadikan perdanganan pada saat itu, perputaran modal kerjanya melambat, dan akhirnya sebagian besar menjadi piutang macet sebesar Rp181.196.173.783," sebut Leonard.
Hari ini, penyidik 'Gedung Bundar' telah memeriksa dua orang saksi untuk mengusut kasus tersebut. Keduanya adalah MT selaku Direktur Keuangan Perindo dan IA sealku anggota Komite Risk Management Perindo. Keduanya diperiksa terkait pengelolaan keuangan perusahaan. (OL-4)
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Badan Musyawarah Kekeluargaan Jambi.
Adapun ketiga tersangka baru tersebut antara lain adalah HS (Hendry Sulfian) selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Rangga Ilung, Kalimantan Tengah
Profil lengkap Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi tambang nikel oleh Kejaksaan Agung.
Perbandingan pernyataan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto saat pelantikan April 2026 dengan status tersangka yang kini ditetapkan Kejagung.
Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Simak rekam jejaknya di sini.
Uang tersebut diduga diberikan untuk mengatur dan membantu perusahaan keluar dari permasalahan terkait perhitungan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"BPK RI telah melaksanakan pemeriksaan dalam rangka perhitungan kerugian negara dalam perkara dimaksud dan menyimpulkan adanya penyimpangan."
Saat menjabat sebagai Dirut Perum Perindo, Syahril melaksanakan penerbitan MTN dan mendapatkan dana sebesar Rp200 miliar yang terdiri dari sertifikat Seri Jumbo A dan Seri Jumbo B.
Menurut Leonard, penetapan tersangka ini dilakukan setelah jaksa penyidik memeriksa tujuh orang saksi. Namun hanya dihadiri oleh empat saksi, dan tiga di antaranya ditetapkan tersangka.
Ketiga tersangka, yaitu mantan Vice President Perindo Wenny Prihatini, Direktur Prima Pangan Madani Lalam Sarlam dan Direktur Kemilau Bintang Timur Nabil Basyuni.
satu menit setelah Iwan duduk di ruang tunggu saksi, Leonard menyebut yang bersangkuan mengalami kejang-kejang. Setelah itu, Iwan mengalami sesak nafas dan tidak sadarkan diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved