Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kembali menyatakan bahwa Indonesia mengalami hiperregulasi atau obesitas regulasi. Banyaknya aturan menyebabkan pemerintah terjerat oleh regulasi yang dibuat sendiri.
Jokowi mengemukakan hal itu saat menghadiri penyampaian laporan tahunan Mahkamah Konstitusi (MK) 2019 di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, kemarin. "Saya dapat laporan (saat ini) ada 8.451 peraturan pusat dan 15.985 peraturan daerah. Kita sedang alami hiperregulasi. Obesitas regulasi."
Hadir dalam acara itu Ketua MK Anwar Usman beserta jajaran hakim MK, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MA Hatta Ali, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Menteri Agama Fachrul Razi. "Kita terjerat kompleksitas," kata Jokowi.
Karena itu, lanjut Presiden, pemerintah berusaha memangkas jumlah regulasi melalui omnibus law dengan menyederhanakan berbagai UU dan peraturan lain. ''Dengan begitu, kita memiliki kecepatan dalam bertindak untuk merespons perubahan dunia yang begitu cepat.''
Presiden juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk MK, untuk secepatnya mewujudkan hal itu. Pemerintah sedang menuntaskan draf omnibus law, yakni RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Perpajakan, RUU Ibu Kota Negara, dan RUU Kefarmasian untuk kemudian diserahkan dan dibahas di DPR. Jokowi berharap UU omnibus law rampung dalam waktu 100 hari.
''Pada kesempatan ini, saya mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk bersama-sama dengan pemerintah berada dalam satu visi besar untuk menciptakan hukum yang fleksibel, sederhana, kompetitif, dan responsif demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana amanat konstitusi kita,'' tandas Jokowi.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kiri) bersiap mengikuti foto bersama majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) seusai sidang pleno penyampaian laporan tahun 2019 di Gedung MK, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Apresiasi MK
Selain bicara soal banyaknya peraturan, Presiden juga mengapresiasi kerja MK selama 2019, khususnya dalam menangani sengketa hasil pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif. Atas nama pemerintah, atas nama masyarakat, atas nama negara, dia menyampaikan penghargaan atas pencapaian besar MK tersebut.
Apresiasi juga diberikan karena keberhasilan MK dalam berbagai forum peradilan konstitusi internasional. "MK makin disegani, makin dihormati, dan bermartabat di mata dunia.''
Ketua MK Anwar Usman menyampaikan, sejak berdiri pada 2003 hingga 2019, mahkamah menerima 3.005 perkara. Dari jumlah itu, sebanyak 2.849 perkara telah diputus.
Perkara pengujian undang-undang merupakan yang banyak, yakni 1.317 perkara. Perkara mengenai perselisihan hasil pemilihan kepala daerah di posisi kedua sebanyak 982 perkara, disusul perkara perselisihan hasil pemilihan anggota legislatif di tingkat DPR, DPD, dan DPRD dengan total 671 perkara. (Dhk/X-8)
Mahkamah menilai frasa “kerugian negara” yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (5) dan ayat (6) UU Administrasi Pemerintahan tidak dapat dibiarkan tanpa penafsiran yang tegas.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Peradilan militer bukan bentuk impunitas, melainkan mekanisme akuntabilitas yang memiliki dasar konstitusional dalam UUD 1945.
Dimas Bagus Arya Saputra, menyoroti praktik peradilan militer dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus penculikan aktivis 1997–1998 oleh Tim Mawar.
Rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memicu perdebatan hangat mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyusun RUU Pemilu mematangkan kajian, menghindari adanya gugatan berulang ke MK
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) RI ciduk 138 buronan di sepanjang 2023. Adapun 138 orang yang ditangkap terdiri dari buron dalam perkara tindak pidana korupsi (tipikor) sebanyak 79 orang.
2024 menjadi tantangan bagi Pemprov Sultra untuk semakin nyata memperjuangkan terwujudnya kesejahteraan rakyat.
Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan bahwa KLHK dan perbaikan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup pada angka 72.54 dengan yang menonjol Indeks Kualitas Udara (IKU) 88,87.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan total ada 288.472 tindak kejahatan sepanjang 2023. Jumlah kasus kejahatan di Tanah Air itu meningkat dibanding 2022.
Kriteria ARA didasarkan pada standar dan best practices di bidang corporate governance dan akuntansi, termasuk pedoman terbaru yang sesuai dengan perkembangan terkini.
Perlu ada revolusi dalam media yakini lebih agresif dalam pembumian Pancasila.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved