Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA merangkap anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) 2019-2023, Yenti Garnasih, berancang-ancang bakal mencari calon pemimpin komisi antirasywah yang lebih mumpuni dari komisioner saat ini.
Ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti Jakarta ini menginginkan sosok pimpinan KPK yang memahami persoalan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Bukan sekadar menyandang integritas semata.
Oleh karena itu, Yenti bersama anggota Pansel Calon Pimpinan KPK lainnya harus lebih proaktif mencari figur yang sungguh-sungguh dapat menjawab persoalan yang muncul sekarang ini.
“Kami mencari komisioner untuk membangun KPK lebih baik. Masyarakat ingin Indonesia bebas korupsi dan naik IPK-nya. IPK sudah 38, tetapi di renstra kita ingin ke-60,” kata spesialis tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini kepada Media Indonesia, tadi malam.
Yenti berpengharapan sosok elite pimpinan KPK periode lima tahun ke depan kelak dapat memaksimalkan aspek TPPU yang selama ini belum digarap optimal.
Dalam catatan Yenti, selama ini KPK lamban menangani perkara TPPU. Padahal, apabila dibiarkan menggantung terlalu lama, KPK sulit untuk mengungkap lebih dalam kasus tersebut.
“Saya mengeluhkan KPK yang selalu berhati-hati. Berhati-hati iya, tetapi bukan berarti lamban mengungkap TPPU-nya. Nanti menjadi mubazir. Kita kehilangan jejak kejahatan. Kita kan tidak hanya ingin memenjarakan orang, tetapi juga merampas kembali uang hasil korupsi untuk negara. Kembali ke rakyat,” lanjut Yenti.
Kemarin Presiden Joko Widodo menetapkan sembilan nama Pansel Calon Pimpinan KPK untuk menjaring komisioner masa jabatan 2019-2023. Pansel itu dibentuk untuk menjamin kualitas dan transparansi dalam seleksi calon pimpinan KPK sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan pimpinan KPK saat ini pada 21 Desember (lihat grafik).
Presiden komit
Ketua KPK, Agus Rahardjo, sependapat dengan Yenti. Agus mengakui Pansel KPK saat ini bisa memilih pemimpin yang betul-betul memahami soal pencegahan dan pemberantasan korupsi.
“Pencegahan melibatkan banyak instansi, masyarakat, dan NGO. Pemberantasan juga tidak boleh kendur, terutama kerugian yang telah diderita negara harus segera dikembalikan,” ujar Agus.
Ketua Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, menyatakan kualitas pansel KPK menentukan nasib pemberantasan korupsi lima tahun mendatang. “Kepemimpinan KPK saat ini banyak menyisakan pekerjaan rumah. Banyak kasus besar belum selesai, jumlah personel minim, dan ada konflik internal. Pimpinan KPK nanti tidak hanya memiliki ilmu antikorupsi, tetapi juga harus mengenal KPK luar dan dalam.”
Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, menilai penjaringan pimpinan KPK tidak objektif jika komposisi pansel terdapat wakil dari wilayah politik. “Sulit untuk menafikan pimpinan KPK ke depan rawan diintervensi. Orang-orang yang tergabung dalam pansel harus benar-benar bersih dan dipercaya publik. Pansel Calon Pimpinan KPK menjadi tolok ukur masyarakat untuk menilai Presiden benar-benar komit terhadap pemberantasan korupsi.” (Pol/Dro/X-3)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Berdasarkan komposisi pimpinan KPK 2024-2029 yang terdiri dari unsur kepolisian, jaksa, hakim, dan auditor BPK akan berpengaruh pada independensi KPK.
SETYO Budiyanto terpilih menjadi Ketua KPK periode 2024-2029 berdasarkan pemungutan suara yang dilakukan Komisi III DPR RI. Ia memiliki kekayaan senilai Rp9,6 miliar.
Pada Senin, 18 November, Setyo memaparkan visi misi dan pemikirannya soal lembaga antirasuah pada uji kelayakan dan kepatutan Capim dan Calon Dewas KPK yang digelar Komisi III DPR RI
KOMISARIS Jenderal Setyo Budiyanto terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029
Guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jimly Asshiddiqie mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya tidak dihapus.
Komisi III DPR memutuskan mekanisme pemilihan voting saat menggelar rapat pleno penetapan calon pimpinan (capim) dan calon dewan pengawas (dewas) KPK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved