Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat Pemerintah dinilai gagap menangani darurat bencana di Sumatra, langkah Presiden Prabowo Subianto justru mengajukan gagasan politik yang memicu kritik. Bersama Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Prabowo melempar wacana pengembalian Pilkada menjadi tidak langsung melalui DPRD dalam peringatan HUT Golkar.
Koalisi untuk Kodifikasi UU Pemilu menilai wacana tersebut bukan hanya tidak relevan dengan situasi mendesak yang dihadapi warga, tetapi juga menunjukkan ketidakpekaan elite terhadap kondisi rakyat yang tengah terdampak bencana.
"Gagasan tersebut tidak hanya salah arah secara substansial, tetapi juga memperlihatkan sikap nirempati terhadap rakyat yang sedang menghadapi situasi sulit," ujar Koalisi dalam pernyataan resminya, Minggu (7/12).
Koalisi menegaskan, dalih tingginya ongkos politik tidak bisa dijadikan alasan mengganti mekanisme Pilkada langsung. Tingginya biaya justru bersumber dari tata kelola elektoral yang buruk, mulai dari biaya kampanye tak terkendali hingga praktik politik uang dan jual beli kandidasi.
Riset yang dikutip Koalisi menunjukkan betapa meluasnya praktik tersebut. Riset menunjukkan, sekitar 25%-33% pemilih pada Pemilu 2014 terpapar politik uang. Angka tersebut dinilai sangat mungkin meningkat pada Pemilu 2019, Pemilu 2024, hingga Pilkada 2024.
Lebih jauh, koalisi menjelaskan biaya kandidasi yang sarat transaksi seperti mahar politik, survei elektabilitas, hingga belanja komunikasi politik, menjadi faktor terbesar mahalnya ongkos Pilkada. Semua dilakukan di luar skema pendanaan resmi dan sulit dipertanggungjawabkan.
Koalisi menilai penghapusan Pilkada langsung justru menutup ruang akuntabilitas publik. "Pilkada langsung adalah capaian penting dalam konsolidasi demokrasi Indonesia pasca reformasi," terang koalisi.
Mereka juga mengingatkan, upaya menghapus Pilkada langsung bukan hal baru. Pada akhir pemerintahan SBY, DPR sempat meloloskan perubahan UU yang mengembalikan Pilkada ke DPRD. Namun kala itu SBY menolak dan menilai langkah tersebut sebagai kemunduran demokrasi karena membuka ruang transaksi politik tertutup.
Selain itu, Pilkada langsung berfungsi sebagai jalur regenerasi kepemimpinan nasional. Jika mekanisme dikembalikan ke DPRD, Koalisi menilai dampaknya akan serius: stagnasi sirkulasi elite, nepotisme, dan potensi terbentuknya otoritarianisme baru.
Untuk itu, koalisi mengusulkan serangkaian langkah pembenahan tata kelola pemilu, termasuk memperkuat pengaturan dana kampanye, penegakan hukum politik uang, transparansi pendanaan partai, penerapan e-recap secara nasional, pendanaan Pilkada sepenuhnya melalui APBN, dan perbaikan rekrutmen internal partai.
Koalisi juga meminta pemerintah menghentikan gagasan regresif dan fokus pada reformasi sistem yang menyentuh akar persoalan. "Meminta pemerintah anggaran negara bukan dengan menghapus pilkada langsung melainkan dengan peningkatan transparansi dan pemberantasan korupsi serta perampingan kelembagaan negara," tutur koalisi. (Mir/P-3)
Pengalaman pemerintahan sebelumnya yang menunjukkan bahwa besarnya dukungan parlemen tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan.
Ambang batas berjenjang sebagai sesuatu yang masih bisa dirumuskan secara fleksibel agar diterima berbagai pihak.
Asror alias Ruben yang juga mantan Wakil Direktur PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didalami keterkaitannya dengan proyek pengadaan tenaga outsourcing yang berlangsung
KPK mengungkap tingkat kepatuhan LHKPN anggota DPRD hanya 41,22%. Simak alasan mengapa transparansi harta penting untuk melindungi legislator dari fitnah dan konflik kepentingan
Ia menyoroti video yang beredar memperlihatkan kendaraan dinas digunakan di luar konteks pekerjaan, bahkan diduga untuk keperluan keluarga di luar kota.
Pengecekan terhadap kekokohan pohon dan tiang reklame perlu dilakukan secara menyeluruh. Sebab, sejumlah pohon di Kota Bandung dinilai sudah mulai keropos dan rawan tumbang
Penundaan revisi tersebut berisiko menjadi strategi politik untuk mengunci konfigurasi kekuasaan tertentu.
Diskusi media yang membahas perkembangan terbaru pembahasan RUU Pemilu di DPR di Jakarta.
Koalisi Sipil khawatir perluasan kekuasaan aparat penegak hukum dalam UU baru ini tidak dibarengi dengan pengawasan yudisial yang memadai, sehingga berisiko menggerus prinsip negara hukum.
Wajah hukum pidana baru ini dinilai masih mempertahankan pasal-pasal anti-demokrasi yang berisiko menggerus prinsip negara hukum
Citra kepolisian sangat dipengaruhi oleh bagaimana aparat menangani demonstrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved