Hadapi Kemarau Panjang Dampak Godzilla El Nino, Penajam Paser Utara Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Bibit Tahan Kekeringan

Ervan Masbanjar
13/4/2026 14:54
Hadapi Kemarau Panjang Dampak Godzilla El Nino, Penajam Paser Utara  Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Bibit Tahan Kekeringan
Ilustrasi(MI/ERVAN MASBANJAR)

DINAS Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melakukan persiapan berupa pompanisasi, upaya untuk menghadapi ancaman fenomena Godzilla El Nino yang berdampak terjadinya musim kemarau tahun 2026 ini.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward, kepada Media Indonesia, Senin (13/4), menyatakan, pompanisasi itu merupakan salah satu upaya pihaknya dalam menghadapi El Nino menyebabkan terjadi kekeringan pada lahan pertanian.

“Antisipasi masa El Nino, salah satunya adalah mempersiapkan pompanisasi pada lokasi lokasi lahan pertanian yang memiliki potensi sumber air,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan benih padi pada Kementerian Pertanian (Kementan), yaitu varietas Inpari 32 dan 42 yang tahan terhadap kekeringan diperkirakan benih tersebut distribusi April-Mei 2026.

“Jadi ada dua langkah yang kami lakukan untuk tetap meningkatkan produksi padi saat kemarau panjang itu,” tuturnya.
Kemudian, lanjutnya, untuk saluran irigasi tersier pertanian tentu menjadi perhatian Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, agar saluran irigasi tersier itu dapat maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian. 

“Kami tentu melakukan koordinasi dengan pihak BWS, agar  saluran irigasi yang ada bisa maksimal tersalurkan ke lahan pertanian yang ada di PPU,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar petani tidak mengalihfungsikan lahannya, dan selama kemarau mereka diminta untuk melakukan penanaman padi varietas Inpari 32 dan 42 yang telah diusulkan ke Kementan, Karena padi varietas tahan terhadap kekeringan.

Dibeberkannya, saat ini luas lahan pertanian di PPU mencapai 4.500 hektare (ha) dan sementara ini produksi pertanian tanaman pangan dan hortikultura posisi aman, dan kini sudah mulai panen khusus padi.

Rozihan mengatakan, berdasarkan pendataan pihaknya untuk luas panen padi, per Januari hingga April 2026 luas lahan mencapai 6,414 ha lebih per Januari hingga April 2026, dengan luas tanam 674 Ha luas tanam.

“Sementara itu, produksi Gabah Kering Giling (GKG) per Januari hingga April tahun 2026 mencapai 22,488 ton lebih,” tuturnya.

Dibeberkanya, pada tahun 2025 kemarin jumlah produksi pertanian tanaman pangan jenis padi mencapai 50.140 ton lebih atau surplus sebanyak 1.951 ton lebih, lalu jagung sebanyak  268,18 ton masih defisit 130,62 ton, ubi kayu produksi sebanyak 1.931,14 ton surplus 305,3 ton, tanaman ubi jalar hasil produksi sebanyak 1.870,09  ton atau surplus 360,08 ton dan kacang tanah    hasil produksi sejumlah 8,04  ton surplus 0,11 ton.

Pada jenis tanaman hortikultura tahun 2025 seperti produks bawang daun total panen mencapai 697,00 kuintal (kw) atau surplus 102,50 kw, lalu produksi tanaman sawi ada sejumlah 8.091,30 kw masih defisit 256,77 kw, kacang panjang total panen 3.648,00 kw  surplus 859,05  kw.

“Untuk tanaman pertanian jenis cabai besar, hasil produksi tahun 2025 kemarin mencapai  108,00 kw ada surplus sebanyak  69,10  kw, sedangkan komoditas cabai keriting hasilnya sebanyak 8.074,55 kw atau surplus sejumlah 3.315,90 kw dan produksi cabai rawit sejumlah 15.157,25 kw dengan surplus 5.419,70 kw,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya