Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Linda mengaku Tak Mengenal Dekat Vina
SOSOK Linda yang Viral di media sosial (medsos) akhirnya angkat bicara setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam dengan Penyidik Ditreskrimum Khusus Polda Jawa Barat, Di Mapolres Cirebon Kota, Senin (27/5) dini hari.
Baca juga : Polisi Diminta Optimalkan Teknologi untuk Ungkap Kasus Vina Cirebon
Linda mengaku tidak mengenal dekat Vina. Ia mengenal Eky dari pacarnya, tahun 2016, merupakan anggota genk motor.
Didampingi Tim Kuasa Hukum Hotman Paris, Linda mengaku tidak mengenal dekat Vina.
"Hubungannya tidak sedekat seperti yang di film. Cuma teman satu tongkrongan, tidak ada curhat-curhatanan," ujar Linda yang didampingi tim kuasa hukumnya.
Baca juga : Digital Activism dalam Kasus Vina Cirebon
"Saya berharap semoga kasusanya cepat terungkap, selesai, banyak yang jadi sasaran bully netizen juga, termasuk saya," imbuh Linda.
Linda mengaku bukanlah sosok yang ada di foto di dunia Maya . Di mana terdapat tato di lengan kirinya bertuliskan nama Linda.
Linda mengaku hanya mengetahui kejadian pembunuhan Vina, karena sering mengalami hal gaib. Yakni kerasukan karena Linda yang dari kecil memiliki kelainan dengan orang biasa.
Baca juga : Penyidik yang Tangani Kasus Pembunuhan Vina Cirebon di 2016 Harus Diaudit
Tak hanya tak mengenal Vina dan Eky secara dekat, Linda mengaku tak mengenal Pegi Setiawan dan delapan Terdakwa lainnya yang sedang menjalani hukuman.
Pada saat peristiwa, kata Linda, dirinya sedang berada di rumah.
Diketahui, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi Agustus 2016. Remaja Cirebon itu dibunuh bersama kekasihnya, Muhammad Rizky.
Total ada 11 pelaku yang terlibat dalam peristiwa tragis tersebut. Namun, baru delapan tersangka yang ditangkap dan diproses hukum hingga dipidana. Tiga tersangka lainnya, masih buron sampai saat ini.
Kasus ini kembali mencuat setelah film berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” mendapat perhatian publik disebabkan kasus tersebut masih menyisakan tiga tersangka yang belum tertangkap. (Z-3)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved