Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Wonosobo, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara) telah menyiapkan tandon air di dua titik wilayah hutan Gunung Sumbing. tandon tersebut untuk persiapan melakukan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan di musim
kemarau. Mengingat saat ini kondisi hutan di Gunung Sumbing tersebut telah sangat kering.
Hal ini disampaikan Kepala Perum Perhutani BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, Yulianto, Senin (14/8). Tandon air tersebut, menurutnya disiapkan oleh Perum Perhutani bersama base camp pendakian Gunung Sumbing Stickpala.
"Sampai saat ini stok air dalam tandon di masing-masing titik itu masih normal karena belum ada kebakarna hutan. Kami harap tidak ada kebakaran di musim kemarau tahun ini," kata Yulianto, Senin (14/8).
Baca juga: Warga Lereng Gunung Sumbing Dukung Anies Baswedan sebagai Presiden
Ia menceritakan, pada kebakaran hutan tahun 2018 silam sempat dilakukan pemadaman menggunakan helikopter karena api terus meluas. Pada saat itu
pihaknya belum menyiapkan tandon air. Jika kondisi rumput ilalang di hutan sudah sangat kering, makan akan sulit dilakukan pemadaman dengan
membuat jalur sekat bakar atau sistem gepyok dengan memanfaatkan ranting pohon.
"Kalau untuk kawasan lereng hingga puncak yang berisi rumput ilalang sudah dalam kondisi sangat kering, jika melakukan pemadaman dengan sitem
gepyok maka kami akan kesulitan naik ke atas," katanya.
Baca juga: Petugas Gabungan masih Berupaya Padamkam Lereng Gunung Sumbing
Upaya lain untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan, menurut Yulianto, pihaknya aktif memantau dan berkomunikasi dengan basecamp dan RPH. Mereka juga aktif melakukan sosialisasi pada pada pendaki agar tidak membuat perapian di gunung, sehingga menimbulkan kebakaran hutan.
Warga yang naik ke gunung juga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih dalam keadaan menyala secara sembarangan. (Z-10)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved