Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TITIK panas yang diduga akibat adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terpantau Satelit berada di Kabupaten Bangka di Provinsi
Bangka Belitung (Babel) jumat (16/6).
Kepala adan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel. Mikron Antariksa mengatakan pantauan satelit ada 2 titik panas diduga karhutla di Kabupaten Bangka.
“Kedua karhutla berada di Riau Silip,"kata Mikron.
Baca juga: Karhutla di Takengon, Dirjen Bina Adwil Ingatkan Soal Kesiapsiagaan Daerah
"Tingkat akurasinya 8, ini kuat dugaan terjadi karhutla terlebih cuaca panas saat ini,"ujarnya.
Hanya saja Mikron mengaku, belum bisa memastikan berapa luas karhutla tersebut karena tim saat ini sedang di lokasi melakukan pemadaman.
Baca juga: Cegah Karhutla, Pemkab Muba Sisir Kawasan Rawan
"Nanti kita sampaikan berapa luasnya, saat tim masih melakukan pemadaman, kita harapkan tidak terlalu luas, dan api dapat segera dipadamkan," ungkap dia.
Ia menyebutkan informasi di lapangan tim agak kesulitan melakukan pemadaman, karena cuaca panas, angin kencang dan api mudah menjalar,
tapi diharapkan dapat diatasi.
Ia menegaskan bagi masyarakat yang membakar sampah tetap di tunggu jangan sampai ditinggalkan guna antisipasi api menjalar ke lahan lain.
"Harus dipastikan saat ditinggalkan sampah yang di bakar apinya benar benar padam,"tegasnya.
Dan yang terakhir, lanjut Mikron. Masih adanya masyarakat yang dengan sengaja buka kebun atau ladang dengan cara bakar hutan atau lahan.
"Tidak boleh buka kebun dengan cara membakar apalagi musim kemarau, jika ketahuan akan kami tindak lanjuti ke jalur hukum karena dapat dipidana,"ucap Mikron. (Z-10)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved