Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN titik panas (hot spot) yang diduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit kembali berada di enam kabupaten di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu (1/6). Terdeteksi satelit ada 34 titik panas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan 34 titik panas tersebut tersebar di Bangka, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung Timur, dan Belitung. "Sebaran titik panas ini merata, Bangka 9 titik, Bangka Tengah 6 titik, kemudian Bangka Selatan 8 titik, sedangkan Bangka Barat 7 titik, Belitung dan Belitung Timur masing-masing 2 titik," ujarnya.
Menurutnya, tingkat akurasi dari 34 titik tersebut mencapai angka 8. Ini berarti sudah mengarah terjadi karhutla. Namun pihaknya belum langsung memvonis itu karhutla.
Baca juga: Heboh, Kijang Liar Gunung Sawal Masuk Ruang Kelas SD
"Memang cuaca kita cukup panas. Makanya satelit memantau ada 34 titik. Kalau melihat angkanya memang mengarah ada karhutla. Namun untuk pastinya tim di kabupaten tersebut sudah melakukan pemantauan sekaligus pemadaman," terangnya.
Memasukin musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat selalu waspada dan tidak membuka kebun dengan cara membakar karena dampaknya berbahaya bisa terjadi karhutla. "Kita tidak main-main yang berani membakar hingga terjadi karhutla akan kami tidak lanjuti ke proses hukum," tegasnya. (OL-14)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved