Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Lukisan-lukisan Semar berjajar di Jogja Galery, Yogyakarta. Semar tampak dalam beragam ekspresi, tingkah laku, dan ukuran.
Ada gambar sosok semar yang sedang tersenyum, tersenyum, melirik ke kanan, melirik ke kiri, semedi, tiduran, hingga terbang layaknya Superman. Sosok-sosok Semar tersebut ditampilkan dalam Pameran Tunggal Sohieb Toyaroja yang bertajuk 'Semar Ngruwat Jagad'.
Sohieb menyebut, lukisan-lukisan Semar yang ditampilkan merupakan responnya atas pandemi yang sedang terjadi. Di kala pandemi hadir, sebagai seorang seniman, ia gelisah dengan situasi yang ada hingga muncullah sosok Semar dalam ruang imajinya.
"Semar itu kan samar. Kita ini perwujudan dari sosok Semar. Dalam dunia politik, sosial, hingga ekonomi terasa kurang harmonis," terang dia ditemui di Jogja Galery, Sabtu (5/6).
Baca Juga: Pelukis Muda ini Gelar Pameran Bertema Perjalanan di Yogyakarta
Oleh sebab itu, tema ruwatan dipilih, kata dia, agar kita sebagai manusia bisa berintrospeksi dan meruwat diri sendiri. Sosok Semar yang lebih mengayomi dibutuhkan untuk membuat diri dan dunia ini lebih baik.
"Saya mempersiapkan lukisan ini sekitar setahun setengah," kata dia. Sebanyak 27 judul lukisan bertema Semar dipajang di Jogja Galery dari 2-8 Juni 2021.
Suwarno Wisetrotomo selaku Kurator menyebut, sosok Semar sangat spesial. Pada diri Semar, kita bisa berkiblat terkait komitmen dan integritas pada jalan kebenaran, keseimbangan, serta kesederhanaan.
"Pada sosok Semar yang tak sempurna, bersemayam jiwa dan watak dewa; jalan lurus, pengabdian, komitmen, dan integritas," terang dia.
Jagad Semar, baik diposisikan sebagai jagad kecil maupun jagad besar; sebagai medium refleksi diri maupun untuk memahami situasi makro pada akhirnya merupakan ikhtiar jalan kebaikan untuk menciptakan keseimbangan semesta.
"Karya-karya Sohieb adalah untaian harapan untuk perbaikan diri maupun untuk semesta. Karena itu, dalam utopianya, disebut sebagai Semar Ngruwat Jagad (Semar meruwat semesta)" jelas dia.
Ngruwat (merawat) merupakan upaya membebaskan diri dari sukerta, dari kesalahan, hambatan, dan rintangan marabahaya, agar situasi dan kondisi kembali normal. Sesuatu diruwat karena berada dalam ketidaknormalan yang berpotensi menjadi bencana besar.
Bersikap 'meruwat diri' merupakan ikhtiar untuk berkontribusi pada keseimbangan semesta. Jagad kita baik yang kecil maupun yang besar sungguh penuh sukerta.
"Jagad kecil (mikrokosmos) merupakan segala yang melekat dalam diri kita. Jagad besar (makrokosmos) merupakan keluasan, kedalaman, kemisteriusan semesta, di mana jagad kecil berada di dalamnya," jelas dia.
Karena itu, upaya meruwat mesti dimulai dari diri sendiri. "Kualitas individu harus dibenahi, hingga berada dalam pencapaian (mendekati) ideal, baru kemudian mampu melakukan ngruwat jagad besar," tutup dia. (AT/OL-10)
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved