Kolaborasi Global Jadi Kunci Penguatan Industri Tekstil di Tengah Ketidakpastian

Naufal Zuhdi
23/4/2026 19:22
Kolaborasi Global Jadi Kunci Penguatan Industri Tekstil di Tengah Ketidakpastian
PT Agansa Primatama mengikuti pameran Indo Intertex 2026.(Agansa)

Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil. Salah satu ruang strategis untuk membangun kolaborasi tersebut hadir melalui pameran industri seperti Indo Intertex 2026 yang digelar pada 15-18 April di Jakarta International Expo.

Direktur PT Agansa Primatama, Andreas S Pangestu, salah satu peserta pameran, menyoroti pentingnya kolaborasi dengan prinsipal global dalam menghadirkan solusi yang adaptif di tengah kondisi industri yang fluktuatif.

“Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri saat ini, kami melihat bahwa dukungan serta kolaborasi yang erat bersama para prinsipal yang turut serta menjadi bagian penting dalam memungkinkan kami menghadirkan solusi yang semakin relevan dan bernilai. Karena itu, fokus kami di Indointertex 2026 bukan sekadar menghadirkan produk, tetapi memberikan solusi yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan,” jelas Andreas.

Partisipasi Agansa Primatama dalam ajang ini mendapat respons positif dari pelaku industri yang mencari solusi inovatif sekaligus peluang kemitraan global. Selama empat hari penyelenggaraan, booth perusahaan menjadi salah satu titik kunjungan utama bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi teknologi terbaru dan solusi terintegrasi.

Melalui kolaborasi dengan 22 prinsipal global, Agansa menghadirkan beragam teknologi yang mencakup seluruh rantai proses industri tekstil, mulai dari spinning, knitting, weaving, hingga dyeing, printing & finishing, utilities, dan advanced materials. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kemitraan internasional dapat menghadirkan solusi yang lebih komprehensif dan relevan bagi kebutuhan industri tekstil saat ini.

Tingginya minat pengunjung terhadap teknologi yang ditampilkan juga menunjukkan bahwa industri tekstil semakin bergerak menuju integrasi teknologi dan efisiensi proses produksi. Dengan total lebih dari 75.000 pengunjung selama empat hari, pameran ini kembali menegaskan perannya sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku industri dengan mitra global.

Melalui partisipasi ini, Agansa tidak hanya memperkuat posisinya di industri, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru yang berpotensi mendorong transformasi sektor tekstil dan garmen ke arah yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan strategis serta menghadirkan solusi terintegrasi guna mendukung pertumbuhan industri tekstil nasional di tengah tantangan global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya