Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang terjadi Rabu (24/3) sore hingga malam hari menyebabkan dua aliran Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang meluap dan merendam ratusan rumah penduduk berada di Kampung Mekarsari, Hegarsari, Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Sampai saat ini air belum surut.
Saat ini masih ada ratusan rumah di tiga kampung masih terendam banjir setinggi 60 sentimeter hingga mencapai 1 meter lebih. Ratusan pemilik rumah masih bertahan di rumah yang dikepung banjir. Peristiwa banjir itu tidak menyebabkan korban jiwa. Namun petani merugi karena lahan pertanian terendam banjir.
Kepala Desa Tanjungsari, Amas mengatakan hujan deras dalam waktu lama mengakibatkan Sungai Citanduy dan Cikidang meluap menggenangi ratusan rumah dengan ketinggian air rata-rata antara 20, 60 sampai satu meter. Warga tetap bertahan di rumah daripada mengungsi.
"Banjir paling parah terjadi di Kampung Bojongsoban, Hegarsari dengan ketinggian 60 centimeter sampai satu meter. Sedangkan di lokasi lainnya hanya mencapai 20-40 cm. Masyarakat masih tetap menunggu air surut. Ada sebagian orang membersihkan lumpur dan sampah," kata Amas, Kamis (25/3).
baca juga: Pemkab Diharapkan Percepat Pembangunan Bendungan Sidan Bali
Amas mengatakan, banjir yang sering terjadi di Kecamatan Sukaresik tak hanya merendam ratusan rumah di tiga kampung tetapi puluhan areal persawahan milik masyarakat dipastikan gagal panen. Banyak gabah dan tanaman padi hanyut terbawa arus sungai. Ada juga padi baru tanam juga rusak diterjang banjir.
"Sebagian warga masih berupaya melakukan penjemuran kasur, bantal dan material lainnya tapi ada juga yang belum melakukanya karena genangan air masih tinggi. Banjir yang terjadi di tahun 2020-2021 telah pernah terjadi empat kali meluap menggenangi tiga kampung, dan mereka masih bertahan tetapi sebagian dari warga banyak meronda terutama mewaspadai meluapnya air dari dua sungai," ujarnya. (OL-3)
Mengulas kembali Tragedi Trowek 1995, kecelakaan kereta api maut di Tasikmalaya akibat rem blong yang menjadi pelajaran berharga bagi keselamatan transportasi Indonesia.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Lima pekerja bangunan di Salopa, Tasikmalaya, tersambar petir saat istirahat. Empat orang luka ringan, satu pekerja jalani perawatan intensif akibat luka bakar.
Seorang bocah di Tasikmalaya meninggal dunia setelah 25 hari dirawat akibat gigitan ular weling saat tidur. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Sebanyak 445 jemaah haji Kloter 04 KJT asal Kota Tasikmalaya diberangkatkan Kamis (23/4) pagi setelah mengalami perubahan jadwal keberangkatan.
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved