Lima Pekerja Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tasikmalaya Tersambar Petir

Kristiadi
24/4/2026 15:52
Lima Pekerja Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tasikmalaya Tersambar Petir
Ilustrasi.(Freepik)

LIMA pekerja pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, dilarikan ke rumah sakit setelah tersambar petir pada Rabu (22/4/2026) sore. Insiden tersebut terjadi saat para pekerja sedang beristirahat di area proyek.

Kelima korban yang merupakan warga Kampung Jayawangi, Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa tersebut ialah Dadan Hidayat, 41, Mastur 59, Jaja Zakaria, 46, Ujang Misbah, 42, dan Omay Surahman, 50. Mereka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Islam (RSI) Hj Siti Muniroh, Kota Tasikmalaya, untuk mendapatkan penanganan medis.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Salopa, Ajun Komisaris Kadarusman, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi saat kondisi cuaca sedang mendung. Para pekerja saat itu tengah berbincang di area bangunan KDMP yang berlokasi di Desa Karyamandala.

"Saat itu memang kondisi cuaca mendung dan terlihat adanya kilatan petir. Tiba-tiba kilatan besar langsung menyambar para korban, bahkan salah satunya sampai terpental dengan luka bakar," ujar Kadarusman, Jumat (24/4/2026).

Warga di sekitar lokasi yang mendengar jeritan kesakitan para korban langsung berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Beberapa korban dilaporkan sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.

Satu Pekerja Dirawat Intensif

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, empat pekerja yakni Jaja Zakaria, Ujang Misbah, Mastur, dan Omay Surahman diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. Namun, satu korban atas nama Dadan Hidayat masih harus menjalani perawatan intensif.

"Dadan Hidayat masih dirawat karena mengalami luka berupa garis hitam melingkar di bagian leher yang diduga dampak langsung sambaran petir. Namun, kondisinya saat ini dilaporkan mulai membaik," tambah Kadarusman.

Hasil Olah TKP dan Imbauan Keamanan:

Petugas menemukan beberapa faktor risiko di lokasi kejadian, di antaranya:

  • Para korban berada di area terbuka tanpa pelindung saat cuaca ekstrem.
  • Adanya tumpukan material besi di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi penghantar listrik (konduktor).

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan pekerja konstruksi untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pekerja diingatkan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap seperti helm dan sarung tangan, serta segera mencari tempat berlindung yang aman jika melihat kilatan petir saat beraktivitas di ruang terbuka. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya