Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 35 kepala keluarga di Pulau Labu, Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Kota Batam atau tepatnya di depan Pantai Dapur 12 Sagulung menuntut ganti rugi dari pihak agen kapal tangker yang mencemari lautan di sekitar pulau tersebut. Para nelayan mengaku kapal tangker tersebut lempar sauh di sekitar pulau itu. Dan tak lama terjadi pencemaran yang menyebabkan kerusakan ekosistem laut. Para nelayan tidak bisa mencari nafkah.
"Apapun alasannya kami tetap menuntut untuk minta ganti rugi kepada pihak agen kapal. Karena kami tak bisa melaut lagi, sedangkan kami hanya bergantung pada hasil laut," kata Rudi, Ketua RT 06 RW 03 Pulau Labu, Senin (1/2).
Meskipun warga Pulau Labu berinisiatif untuk membersihkan namun masih saja tetap kotor. Apalagi slut atau kotoran oli dari kapal tersebut tidak bisa hilang dan lengket.
"Kami sudah melaporkan hal ini ke Polda Kepri maupun Komisi III DPRD kota Batam dan mereka besok akan turun langsung ke lokasi melihat kondisi yang sebenarnya," ujarnya.
Hingga saat ini para nelayan belum dapat melaut karena masalah limbah itu. Saat ini, warga setempat hanya melakukan pembersihan limbah minyak tanker. Sebelumnya, kejadian tersebut diketahui warga, Senin (25/1) lalu yang mengakibatkan warga sekitar khawatir timbulnya penyakit. Warga juga mengetahui ada sebuah kapal tanker yang tengah berlabuh jangkar tak jauh dari perusahaan PT Marcopolo yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut.
"Setelah dikonfirmasi mereka membenarkan, kata pihak kapal atau agen kapal kapal telah terjadi insiden atau tak sengaja. Dan secepatnya akan diatasi. Akan tetapi tidak ada reaksi apa-apa dari mereka," kata Rudi lagi.
Masalah limbah ini telah dilaporkan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Batam, akan tetapi tidak ditanggapi. Dan akhirnya, mereka melaporkan kejadian ini ke Komisi III DPRD kota Batam.
"Sudah langsung kami laporkan ke pihak DLH Batam karena tidak ada aksi apa-apa, kami langsung melaporkan masalah itu ke Komisi III DPRD Kota Batam untuk menindaklanjuti kejadian ini," ujar Muhamad Mustofa salah seorang warga.
baca juga: Pembalakan Liar di Pegunungan Meratus masih Marak
PT Marcopolo malah melempar bola atau saling lempar masalah hingga saat ini limbah minyak itu belum dibersihkan.
Sementara saat dikonfirmasi wartawan soal kejadian tersebut, pihak perusahaan PT Marcopolo belum berhasil ditemui. Bahkan petugas sekuriti pun tak mengizinkan awak media masuk ke perusahaan untuk memperjelas soal limbah minyak tersebut. (OL-3)
Pakar IPB Prof Etty Riani memperingatkan kondisi Sungai Ciliwung yang kian kritis akibat limbah domestik dan mikroplastik. Simak rekomendasi strategisnya.
Dominasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung ternyata bukan kabar baik. Pakar IPB University mengungkap fakta mengejutkan di balik fenomena ini.
Dokter spesialis anak dr. Frieda Handayani menekankan pentingnya prebiotik dan FOS:GOS 1:9 untuk kesehatan usus anak serta penyerapan nutrisi optimal.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Perubahan warna air kali terjadi pada Sabtu (4/10) sore hingga petang kemarin.
Pemkot Tangerang akan terus melakukan pengawasan lingkungan secara berkala untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Puncak Festival Literasi Batam #1 sukses digelar di Universitas Universal, melibatkan 272 sekolah dan menghasilkan 404 proyek literasi inovatif.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
KELANGKAAN minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam.
Ketiadaan Minyakita di pasaran bukan disebabkan oleh kenaikan harga, melainkan karena prioritas distribusi untuk kebutuhan program bantuan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved