Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI ekosistem Sungai Ciliwung dilaporkan mengalami penurunan kualitas yang signifikan dibandingkan dua tahun lalu. Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi dari IPB University, Prof. Etty Riani, mengungkapkan bahwa sungai ikonik Jakarta ini tengah menghadapi tekanan berat akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali.
Menurut Prof. Etty, memburuknya kualitas air dipicu oleh ketimpangan antara laju pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan infrastruktur sanitasi. Minimnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) membuat limbah rumah tangga mengalir langsung ke badan sungai tanpa proses penyaringan terlebih dahulu.
"Berbagai parameter pencemar seperti BOD, COD, nutrien (N, S, P), hingga gas beracun seperti amonia dan H2S telah melampaui ambang baku mutu. Ditambah lagi tingginya kandungan deterjen serta mikroplastik," ujar Prof. Etty dalam keterangannya.
Selain beban limbah cair, Ciliwung juga tercekik oleh sampah padat dan pelanggaran tata ruang. Okupasi lahan di bantaran sungai oleh permukiman padat menyebabkan penyempitan aliran (penyempitan palung sungai), yang pada gilirannya meningkatkan risiko bencana.
Berikut adalah ringkasan parameter pencemaran dan faktor penyebab kerusakan Sungai Ciliwung berdasarkan paparan Prof. Etty Riani:
| Kategori | Detail Temuan / Penyebab |
|---|---|
| Parameter Kimia | BOD, COD, Nutrien (N, S, P), Amonia, dan H2S melebihi baku mutu. |
| Kontaminan Baru | Tingginya residu deterjen dan polusi mikroplastik. |
| Masalah Struktural | Penyempitan aliran akibat permukiman liar dan pelanggaran tata ruang. |
| Masalah Sosial | Budaya buang sampah sembarangan dan lemahnya pengawasan lapangan. |
Prof. Etty membandingkan kondisi Ciliwung dengan keberhasilan Jepang dalam merehabilitasi sungai-sungainya hanya dalam kurun waktu satu dekade. Kunci keberhasilan Negeri Sakura terletak pada ketegasan hukum dan komitmen terhadap ruang terbuka.
"Jepang tidak ada kompromi soal bantaran sungai. Alih-alih gedung, mereka membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau sarana olahraga yang berfungsi sebagai penampung luapan air saat debit tinggi," tegasnya. Selain itu, Jepang menerapkan pembangunan IPAL masif dan edukasi budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang mendarah daging di masyarakat.
Untuk menyelamatkan Ciliwung dalam 20 hingga 30 tahun ke depan, diperlukan langkah radikal dan terpadu. Prof. Etty menekankan beberapa poin krusial:
Ia mengingatkan bahwa pembenahan ini tidak bisa instan. Jika kombinasi infrastruktur, hukum, dan perubahan perilaku dilakukan secara konsisten, hasilnya baru akan terlihat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. "Tanpa itu, Ciliwung hanya akan menjadi warisan yang semakin kotor bagi generasi mendatang," pungkasnya. (Z-1)
Dominasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung ternyata bukan kabar baik. Pakar IPB University mengungkap fakta mengejutkan di balik fenomena ini.
Dokter spesialis anak dr. Frieda Handayani menekankan pentingnya prebiotik dan FOS:GOS 1:9 untuk kesehatan usus anak serta penyerapan nutrisi optimal.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Perubahan warna air kali terjadi pada Sabtu (4/10) sore hingga petang kemarin.
Pemkot Tangerang akan terus melakukan pengawasan lingkungan secara berkala untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang
TUMPUKAN sampah berupa plastik, kertas, hingga limbah rumah tangga mencemari Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat.
Penelitian University of Waterloo temukan residu fentanyl dan antidepresan pada ikan liar. Bukti nyata limbah manusia cemari jaringan tubuh hewan air.
Selain membantu mengurangi sampah organik, eco-enzyme juga berfungsi untuk memperbaiki kualitas air dan mengurangi bau pada saluran air.
Pascakebakaran hutan, aliran sungai masih mengalami pencemaran sampai delapan tahun ke depan.
Pencemaran Air: Krisis global mengancam! Temukan penyebab, dampak, dan solusi inovatif untuk selamatkan sumber daya air kita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved