Perairan Waduk Saguling Tercemar Sampah Pasar

Depi Gunawan
27/4/2026 22:43
Perairan Waduk Saguling Tercemar Sampah Pasar
Sampah pasar di Waduk Saguling.(MI/Depi Gunawan)

TUMPUKAN sampah berupa plastik, kertas, hingga limbah rumah tangga mencemari Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Sampah terlihat menggunung di tepian waduk dan sebagian besar mengapung di permukaan air.

Sampah tersebut diduga berasal dari aktivitas di Pasar Rancapanggung, Kecamatan Cililin, yang sengaja dibuang oleh pihak pengelola pasar.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena air waduk berubah keruh dan menimbulkan bau menyengat, terutama saat cuaca panas. Bahkan, air tersebut kini tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Dampaknya banyak sekali, air jadi keruh, bau, tidak bisa dipakai warga. Padahal sebelumnya masih digunakan untuk keperluan sehari-hari, kecuali memasak," kata Pian, 43, warga setempat, Senin (27/4).

Dugaan asal sampah diperkuat dengan ditemukannya sisa limbah makanan, buah-buahan, serta plastik di lokasi. Menurut Pian, keberadaan pengelola pasar dan adanya pungutan retribusi sampah seharusnya mampu mencegah penumpukan limbah di area tersebut.

"Seharusnya pengelola pasar bertanggung jawab. Ini sampah malah dibuang hingga meluber ke perairan Waduk Saguling," ujarnya.

Selain mencemari air, penumpukan sampah juga berpotensi menyebabkan pendangkalan waduk. Material yang membusuk bercampur lumpur mengendap di dasar dan mengurangi kapasitas tampungan air.

"Kami sangat terganggu. Kalau turun hujan deras, sampah menyebar ke mana-mana. Kami khawatir nanti muncul penyakit," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adjie, mengatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi lapangan terkait temuan tersebut.

"Minggu ini kami akan turun ke lapangan untuk verifikasi, sekaligus memeriksa pengelola pasar. Perkembangannya akan kami sampaikan kemudian," ungkap Adjie. (DG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner