Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ternyata mampu memberdayakan masyarakat setempat. Pasalnya, pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air Mitra Cai (P3A Mitra Cai) setempat, sehingga warga yang terdampak pagebluk covid-19 bisa ikut diberdayakan karena mengedapkan program padat karya.
Ketua P3A Mitra Cai Sauyunan Sejahtera, Asep Sukarma, mengapresiasi program pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang sudah menunjuk titik lokasi pengerjaan jaringan irigasi di wilayahnya. Selain infrastruktur irigasi itu akan bermanfaat bagi lahan pertanian, khususnya padi sawah milik masyarakat, pelaksanaan pengerjaan pun dilakukan secara padat karya dengan pelibatan masyarakat setempat.
"Program ini mampu memberdayakan masyarakat, terutama bagi yang terdampak covid-19. Tak sedikit masyarakat di sini yang kena PHK. Kita berdayakan dalam program ini," kata Asep saat dihubungi, Jumat (23/10).
Asep mengatakan, pengerjaan P3-TGAI kali ini merupakan tahap ketiga di Desa Cinangsi yang pelaksanaannya dikelola P3 Mitra Cai Sauyunan Sejahtera. Sebelum proses pelaksanaan, terlebih dulu dilaksanakan survei dan perencanaan yang matang.
"Survei dilaksanakan dua kali yang dilakukan korlap (koordinator lapangan). Hal ini dilakukan karena ada dua pengerjaan. Satu bersumber dari P3-TGAI dan satu lagi akan dikerjakan bersumber dari Dana Desa," terang Asep.
Nilai anggaran pelaksanaan pekerjaan lebih kurang sebesar Rp198 juta. Pencairan anggarannya dilakukan dua tahap.
"Pencairan pertama sebesar 70% atau sekitar Rp130 juta lebih. Pencairan tahap kedua sebesar 30% atau sekitar Rp50 juta lebih," tuturnya.
Asep pun memastikan anggaran tersebut diterima utuh P3 Mitra Cai Sauyunan Sejahtera sebagai pengelola di lapangan. Artinya, tidak ada pungutan dalam bentuk apapun.
"Tidak ada hal-hal yang negatif. Bahkan kami ucapkan banyak terima kasih kepada BBWS yang sudah membantu dengan adanya P3-TGAI ini," tegasnya.
Asep pun menyebut tidak ada kendala signifikan di lapangan pada pelaksanaan pekerjaannya. Kalaupun ada, kata dia, secara teknis bisa diatasi.
"Alhamdulillah, semua berjalan lancar sesuai target, tujuan, dan harapan. Pelaksanaan pengerjaannya pun mengedepankan penerapan protokol kesehatan," pungkasnya.
Tim Pelaksana Balai Kabupaten Cianjur BBWS Citarum, Muhammad Mahmud urniawan, menjelaskan programP3-TGAI merupakan kegiatan program untuk mendukung kedaulatan pangan sebagai wujud kemandirian masyarakat dengan sasaran pemberdayaan petani. Pada pelaksanaannya, pengerjaan kegiatan P3-TGAI dikerjakan secara swakelola atau padat karya.
"Pelaksanaannya berada pada jaringan irigasi tersier pada kewenangan pengelolaan irigasi pusat, provinsi, maupun kabupaten dan pada jaringan irigasi perdesaan," terang Kurniawan, Jumat (23/10).
Pelaksanaan pengerjaan kegiatan P3-TGAI diserahkan pengelolaannya kepada P3A Mitra cai sebagai lembaga otonom mandiri. Azas P3A Mitra Cai sendiri dari, oleh, dan untuk mereka atau secara partisipatif.
baca juga: Pemkot Tebing Tinggi Bentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah
Tahun ini, Kabupaten Cianjur yang merupakan bagian dari BBWS Citarum, mendapat bantuan P3-TGAI sebanyak 76 titik tersebar di sejumlah kecamatan. Bantuan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pertama sebanyak 61 titik, kedua 3 titik, dan ketiga 12 titik.
Saat ini merupakan pelaksanaan tahap ketiga yang tersebar di 12 titik. Sebaran lokasinya berada di Desa Gudang, Desa Majalaya, dan Desa Cinangsi di Kecamatan Cikalongkulon, Desa Murnisari di Kecamatan Mande, Desa Panyusuhan dan Mekarjaya di Kecamatan Sukaluyu, Desa Mulyasari di Kecamatan Cilaku, Desa Sindangsari di Kecamatan Ciranjang, Desa Sukasari di Kecamatan Kadupandak, Desa Pananggapan di Kecamatan Cibinong, Desa Mekarjaya di Kecamatan Cikalongkulon, dan Desa Salamnunggal di Kecamatan Cibeber. (OL-3)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Terdapat sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan rusak berat. Ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah.
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Pembagian jatah air ini sangat penting karena dipastikan saat kemarau volumenya berkurang
Ada berbagai faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.
Pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa dituntaskan.
Saat ini pencetakan SPPT sudah mencakup 28 kecamatan. Dari jumlah tersebut, SPPT yang sudah terdistribusikan mencakup 21 kecamatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved