Kelangkaan Elpiji 3 Kg Berlarut, DPRD Cianjur Panggil Hiswana Migas dan Agen

Benny Bastiandy
13/4/2026 19:31
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Berlarut, DPRD Cianjur Panggil Hiswana Migas dan Agen
Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Aziz Muslim.(MI/BENNY BASTIANDY)

DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menindaklanjuti terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram akhir-akhir ini. Kondisi ini berdampak besar terhadap masyarakat yang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi itu karena kelangkaan memicu harga di pasaran yang melambung.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Aziz Muslim, memandang perlu dilakukan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak berkompeten. Antara lain Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), para agen, serta pemerintah daerah.

"Tadi kami sudah rapat dengar pendapat dengan perwakilan dari Hiswana Migas, lalu ada agen perwakilan dari selatan, utara, dan tengah, dan pihak lainnya. Alhamdulillah, dari RDP ini kita sudah mendapatkan kesimpulan terkait (penyebab) kelangkaan gas di masyarakat," ujarnya, seusai RDP di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (13/4).

Ada berbagai faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat. Mengutip penyataan Ketua Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, menurut dia, penyebabnya antara lain dimungkinkan terjadinya dugaan pengoplosan serta ada sektor-sektor yang menggunakan elpiji padahal dilarang secara aturan.

"Misalnya peternakan ayam atau restoran. Sektor ini secara aturan dilarang menggunakan elpiji subsidi. Termasuk ada indikasi SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) yang menggunakan elpiji," ujar legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, sebut Aziz, akan ditindaklanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak alias sidak. Sasarannya, peternakan ayam, restoran, serta dapur SPPG.

"Ini untuk memastikan apakah mereka menggunakan gas bersubsidi atau tidak. Tindak lanjut lainnya, kami akan berkoordinasi dengan Pertamina, Kementerian ESDM, maupun SBM Pertamina Sukabumi," terang dia.

Aziz juga mematahkan pernyataan pihak agen yang menyebut tidak terjadi kelangkaan, hanya terjadi keterlambatan pengiriman. Menurutnya, pada konteks keterlambatan sangat dimungkinkan hanya terjadi 1 atau 2 hari.

"Kondisi ini kan sudah berlarut-larut. Sudah lama. Kalau ini tak cepat diselesaikan, ini akan terus terjadi. Tetangga saya, per hari ini beli gas 3 kilogram itu mencapai Rp25 ribu per tabung. Bayangkan, ini sudah sangat jauh dari HET (harga eceran tertinggi). Pihak pengecer membeli ke pangkalan itu Rp20 ribu per tabung. Padahal, di regulasi itu pangkalan tak boleh menjual lebih dari Rp19 ribu per tabung," tandasnya.


Kuota mencukupi


Ketua Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Hedi Permadi Boy, memastikan dari segi kuota, sebetulnya jumlah elpiji bersubsidi di Kabupaten Cianjur kondisinya normal. Artinya, tidak ada pengurangan jumlah kuota karena sudah dihitung berdasarkan kebutuhan.

"Sejak 2025 sampai sekarang, kuota elpiji 3 kilogram di Kabupaten Cianjur lebih kurang 2,1 juta tabung per bulan. Kecuali Februari karena hanya 29 hari. Kemudian pada Juni banyak libur, jadi kuotanya sekitar 1,8 juta tabung. Sebetulnya itu sudah cukup. Harusnya tidak ada kelangkaan," terangnya.

Dia belum bisa memastikan penyebab terjadinya kelangkaan gas bersubdisi. Diduga ada kebocoran.

"Saya juga masih tanda tanya. Kalau dari Pertamina sudah cukup. Kuota secara nasional juga cukup," tegasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner