Ratusan Ruang Kelas SD di Cianjur Rusak Berat

Benny Bastiandy
27/4/2026 19:21
Ratusan Ruang Kelas SD di Cianjur Rusak Berat
Bangunan ruang kelas salah satu sekolah di Kabupaten Cianjur kondisinya rusak berat.(MI/BENNY BASTIANDY)

RATUSAN ruang kelas tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kondisinya rusak berat. Hal itu berdampak terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang tidak berjalan optimal.

Seperti yang terjadi di SDN Pasir Munding 4 di Kecamatan Cibeber dan SDN Karyamukti di Kecamatan Campaka. Para siswa harus bergiliran menggunakan ruang kelas karena bangunannya roboh.

Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan rusak berat. Ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki Mohamad Ramdan, menjelaskan tahun ini diprioritaskan melakukan rehabilitasi ruang kelas dengan kondisi rusak berat. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan langkah-langkah strategis.

"Kami tetap akan prioritaskan perbaikan ruang kelas yang rusak berat di tengah keterbatasan anggaran," katanya, Senin (27/4).

Dia menyebut, terbatasnya APBD membuat pemerintah daerah juga mencari alternatif. Upayanya dilakukan dengan mengajukan usulan bantuan ke Pemprov Jawa Barat serta membuka peluang bantuan melalui dana corporate social responsibility (CSR), termasuk ke pemerintah pusat melalui revitalisasi.

"Ruang kelas yang rusak mayoritas berada di wilayah selatan. Dari jumlah ruang kelas yang rusak, hampir 60% berada di selatan. Rata-rata akibat dampak bencana alam, terutama tanah longsor dan pergeseran tanah," pungkasnya.

Eliana Putri, siswi kelas 4 SDN Pasir Munding 4, mengaku harus menunggu giliran untuk masuk kelas karena ruang belajar mereka roboh. Dia menyebut kondisi ruang kelas yang rusak membuat tidak nyaman saat proses belajar mengajar. "Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki," harapnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner