Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai melanda kawasan gambut di sekitar Kecamatan Bandar Petalangan dan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, kemarin (29/6). Kebakaran terjadi seiring dengan meningkatnya titik panas di Pelalawan Tercatat ada 26 titik api atau sebanyak 41 titik panas untuk Riau.
"Secara keseluruhan untuk titik api di TKP (tempat kejadian perkara) karhutla Bandar Petalangan dan Bunut, Kabupaten Pelalawan sudah berhasil dipadamkan. Untuk penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses lidik (penyelidikan) oleh Polsek Bunut dan Sat Reskrim Polres Pelalawan, serta memasang plang dan police line di TKP terjadinya Karhutla," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Sunarto di Pekanbaru, Senin (29/6).
Baca juga: 34 Penghuni Panti Jompo di Rembang Terpapar Covid-19
"Saya sangat menghargai upaya yang dilakukan semua petugas yang sudah berjibaku memadamkan di lapangan. Semoga Tuhan mencatat kebaikan mereka. Saat muncul api, anggota ke TKP. Karhutla diduga terjadi karena kondisi alam atau cuaca," jelasnya.
Sementara berdasarkan pantauan satelit terra dan aqua yang dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada pukul 06.00 WIB, Senin (29/6), terpantau sebanyak 127 titik panas di Sumatra.
Ratusan titik panas tersebar di 10 provinsi, yaitu Aceh 2 titik, Sumatra Utara 33 titik, Sumatra Barat 4 titik, Jambi 5 titik, dan Bengkulu 5 titik. Selain itu, Sumatra Selatan 19 titik, Bangka Belitung 8 titik, Kepulauan Riau 2 titik, Lampung 8 titik, dan Riau 41 titik.
Adapun 41 titik panas di Riau. Rinciannya di Pelalawan sebanyak 26 titik, Dumai 2 titik, Kampar 7 titik, Siak sebanyak 4 titik, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir dengan masing-masing sebanyak 1 titik panas. (OL-14)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Dari penanganan kebakaran lahan selama hampir empat bulan ini luas lahan terbakar di Kota Pekanbaru mencapai 32,9 hektare.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved