Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN yang berdampak pada krisis air bersih turut menjadi faktor pemicu tingginya angka stunting di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Data dinas kesehatan setempat menyebutkan stunting pada 2018 meningkat hingga 44% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tim Penggerak PKK saat melakukan kegiatan gempur stunting Senin (29/7) di 4 desa di lingkungan Kecamatan Tanjung Bunga, mengakui kondisi geografis juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting.
"Memang diakui kondisi geografis akibat kekeringan yang berdampak minimnya pasokan air bersih, juga menjadi faktor penentu tingginya angka stunting di daerah ini. Apalagi saat ini banyak desa mengalami krisi air bersih saat kemarau ini. Banyak tanaman pangan juga gagal panen akibat kekeringan, sehingga berpengaruh pada asupan gizi ibu dan anak. Asupan gizi yang tidak sehat tentunya menyebabkan bayi gizi buruk hingga mengalami stunting," ujar Juria, Selasa (30/7).
Ia berharap setiap warga untuk mulai membiasakan diri pola hidup sehat, dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada. Ia juga meminta masyarakat memperhatikan kesehatan lingkungan dan kesehatan makanan yang dikonsumsi.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur, Lusia Gege Hadjon saat memantau kondisi dan asupan makanan sejumlah anak yang mengalami stunting, meminta setiap aparat desa untuk mampu menggunakan dana desa untuk penyediaan makan bergiszi bagi anak-anak di desa.
"Saya berharap setiap kepala desa bisa menggunakan dana desa untuk kebutuhan makanan tambahan atau PMT, yang layak dan berrgizi. Saat kemarau dengan krisis air bersih seperti ini, tentunya pengelolaan dana desa harus juga dapat dimanfaatkan untuk penyediaan makanan tambahan. Untuk mengurangi gizi buruk sehingga mampu menekan angka stunting di daerah ini," ujar Lusia Hadjon.
baca juga: Jokowi Minta Objek Wisata Religi Salib Kasih Dikembangkan
Data Dinas Kesehatan Flotim mencatat dalam 4 bulan terakhir ini, sekitar 26% bayi dan balita mengalami stunting akibat gizi buruk. Atau 6 hingga 7 ribu bayi/balita mengalami stunting. Sehingga dibutuhkan perhatian serius dengan meningkatkan sosialisasi bagi warga di rumah- ruimah sakit hingga puskesmas dan posyandu. (OL-3)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
PEMERINTAH Kabupaten Sumedang mulai melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau, khususnya terkait dampaknya pada sektor pertanian.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
KEJADIAN bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka mulai berkurang.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved