Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan tim tambahan guna mempercepat proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi. Sebanyak 14 personel dari Basarnas Special Group (BSG) diterjunkan ke lokasi pada Selasa (28/4) dini hari untuk menyelamatkan penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong.
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramili Prasetio, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah mengevakuasi lima orang korban yang masih terhimpit di antara material gerbong KRL Commuter Line. Hingga berita ini diturunkan, para korban dilaporkan telah terjebak selama kurang lebih lima jam sejak insiden terjadi pada Senin (27/4) malam.
"Empat belas personel saat ini kembali diberangkatkan dari Basarnas Special Group. Korban terhimpit lima orang, hingga saat ini masih dilakukan upaya penyelamatan," ujar Ramili dalam keterangan resminya.
Berdasarkan informasi di lapangan, insiden bermula saat KRL Commuter Line sedang berhenti di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur menuju arah Cikarang. Secara tidak terduga, sebuah kereta api jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak rangkaian KRL tersebut.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa seluruh upaya saat ini difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana. Penanganan korban di lokasi kejadian menjadi prioritas utama dengan tetap mengedepankan prosedur keselamatan.
Sebelum pengerahan tim tambahan, Basarnas telah berhasil mengeluarkan dua korban yang sempat terhimpit. Berikut adalah ringkasan data penanganan korban di lokasi kejadian:
| Status Korban | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Berhasil Dievakuasi | 2 Orang | Sudah dibawa ke rumah sakit terdekat setelah mendapat perawatan medis awal. |
| Masih Terhimpit | 5 Orang | Dalam proses penyelamatan oleh tim Basarnas Special Group. |
| Total Personel Tambahan | 14 Personel | Berasal dari unit khusus Basarnas Special Group. |
Kondisi di lokasi terpantau masih cukup padat oleh petugas gabungan dan tim medis. Dua korban yang telah dievakuasi sebelumnya telah mendapatkan penanganan darurat dari tim dokter di lokasi sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. (Ant/Z-1)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan proses pemulihan layanan kereta api jarak jauh terus berjalan.
INSIDEN kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur memunculkan perhatian serius terhadap faktor penyebab awal yang diduga berasal dari gangguan di perlintasan sebidang.
Menurut anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin, usulan tersebut lahir dari semangat perlindungan terhadap perempuan.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengamanan seluruh perlintasan kereta api, termasuk yang tidak resmi, guna mencegah kecelakaan berulang.
USAI kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Daops 8 Surabaya terus berbenah dalam menata perlintasan.
PEMBATALAN dan keterlambatan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, hingga Rabu (29/4) masih terjadi akibat kecelakaan KRL pada Senin (27/4).
WAKIL Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengawal proses penanganan kecelakaan kereta KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur
Sebagian jenazah memang dalam kondisi relatif utuh, tetapi ditemukan pula jenazah yang memiliki kerusakan tubuh.
AHY mengatakan fokus saat ini adalah memastikan seluruh korban luka mendapatkan pelayanan medis yang optimal.
Dedi menyatakan Pemprov Jabar telah menyiapkan santunan sebesar Rp50 juta bagi setiap korban meninggal dunia.
Pintu-pintu gerbong bergetar keras, terbuka dan tertutup akibat guncangan hebat. Lampu di dalam kereta mendadak padam.
Kepada seseorang, sopir taksi berseragam hijau itu menjelaskan bahwa mobil yang dikemudikannya tiba-tiba tidak bisa dijalankan saat berada di jalur rel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved