Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah akan dimusnahkan secara berkala.
Menurutnya, selain merusak ekosistem perairan, ikan invasif tersebut juga dinyatakan berbahaya untuk dikonsumsi manusia berdasarkan hasil uji laboratorium.
“Kenapa ikan ini harus dibersihkan, dikurangi? Karena memang sudah merusak. Dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites itu kadar batasnya 0,3 miligram, dia lebih dari itu sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/4).
Ia mengungkapkan, kandungan zat berbahaya seperti timbal ditemukan dalam tubuh ikan sapu-sapu. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi kesehatan manusia apabila ikan tersebut dikonsumsi.
“Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi,” ujarnya.
Tak hanya dari sisi kesehatan, Pramono menyoroti dampak ekologis ikan sapu-sapu yang dinilai merusak struktur lingkungan perairan. Ia menjelaskan, ikan tersebut kerap membuat lubang di tanggul maupun tebing saluran air untuk dijadikan tempat berlindung.
“Ketika dia membuat rumah, tanggul-tanggul, tebing-tebing itulah yang kemudian digunakan untuk dia bersembunyi,” katanya.
Lebih jauh, ikan sapu-sapu juga bersifat predator terhadap spesies lokal. Populasinya yang masif membuat ikan-ikan asli hingga telur-telurnya ikut terancam.
“Hampir ketika ada ikan ini, semua ikan lokal kita dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya,” ucap Pramono.
Ia menambahkan, kemampuan adaptasi ikan sapu-sapu yang sangat tinggi membuatnya mampu bertahan di berbagai kondisi air, bahkan yang tercemar sekalipun. Hal ini mempercepat penyebaran dan memperparah dampak kerusakan lingkungan.
Menurut Pramono, ikan tersebut berasal dari Amerika Selatan dan di habitat aslinya pun telah menjadi persoalan serius. Bahkan, di negara asalnya, penanganan dilakukan dengan cara pemusnahan atau pemanfaatan terbatas sebagai pakan ternak setelah melalui proses tertentu.
“Di sana pun ini sudah menjadi persoalan. Kalau pun masih bertahan hidup, sebagian digunakan untuk makanan ternak setelah diproses,” katanya.
Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan langkah penanganan terpadu di lima wilayah kota administrasi. Program ini tidak hanya menyasar pengendalian populasi ikan sapu-sapu, tetapi juga dibarengi dengan normalisasi saluran air.
“Kami sudah memutuskan dalam rapat tadi di lima daerah kita akan adakan kegiatan untuk mengurangi ikan sapu-sapu. Tapi tidak semata-mata itu, kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air,” ujar Pramono. (Far/P-3)
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Hal itu dikonfirmasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Ia menjelaskan agenda kunjungan luar negeri Pramono dilakukan ke beberapa negara, dimulai dari Taiwan, Korea hingga Jepang,
Ia menjelaskan, sektor pangan menjadi perhatian serius lantaran musim kering berpotensi mengganggu produksi dan distribusi bahan pokok.
Praktik rekayasa laporan menggunakan AI yang sempat terjadi tidak hanya melanggar etika kerja, tetapi juga mencoreng wajah pelayanan publik di ibu kota.
Ia mengaku telah melihat video yang viral terkait akan hal itu dan memastikan telah menjatuhkan sanksi ASN yang bersangkutan.
Ia menyinggung, selama ini posisi Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar Asia Tenggara dalam berbagai indikator global. Namun, hasil
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved