Terkejut Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN, Pramono : Mari Dijaga Bersama

Mohamad Farhan Zhuhri
07/4/2026 16:32
Terkejut Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN, Pramono : Mari Dijaga Bersama
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MI/M Farhan Zhuhri)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terkejut dengan hasil laporan Global Residence Index 2026 yang menempatkan Jakarta sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

“Kalau mengenai Jakarta sebagai kota teraman nomor dua di ASEAN, saya sebenarnya juga surprise,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4).

Laporan tersebut, Kota Jakarta berada di posisi kedua setelah Singapura berada. Ia menilai capaian ini tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat Jakarta yang relatif kondusif, terutama dalam menjaga keberagaman di ruang publik.

“Mungkin karena berbagai kegiatan di ruang publik, mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, Ramadan, Idulfitri, yang menunjukkan kuatnya keberagaman di Jakarta. Itu menjadi semacam etalase atau simbol Jakarta,” katanya.

Ia menyinggung, selama ini posisi Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar Asia Tenggara dalam berbagai indikator global. Namun, hasil terbaru menunjukkan adanya pergeseran persepsi terhadap ibu kota.

“Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur, sekarang hanya di bawah Singapura. Ini harus kita rawat dan jaga bersama-sama,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Global Residence Index per 16 Januari 2026, Singapura menempati posisi pertama kota teraman di Asia Tenggara dengan indeks keamanan 0,90 dan peringkat ketujuh secara global.

Sementara Jakarta berada di posisi kedua dengan skor 0,72, menunjukkan peningkatan signifikan dalam persepsi keamanan. Sejumlah faktor dinilai berkontribusi terhadap capaian tersebut, mulai dari penguatan pengawasan berbasis digital, peningkatan fasilitas publik, hingga penataan kawasan perkotaan.

Di bawah Jakarta, Bangkok menempati posisi ketiga dengan skor 0,65, disusul Vientiane (0,61) dan Hanoi (0,60). Sementara kota-kota lain seperti Phuket, Ho Chi Minh City, Phnom Penh hingga Manila berada di bawahnya.

Ia menekankan, capaian tersebut tidak boleh membuat lengah. Stabilitas keamanan, kata dia, harus terus dijaga secara kolektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi juga kerja bersama seluruh warga Jakarta,” pungkasnya. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya