Dino Patti Djalal Minta Presiden Prabowo Subianto Fokus ke ASEAN

Irvan Sihombing
14/4/2026 15:57
Dino Patti Djalal Minta Presiden Prabowo Subianto Fokus ke ASEAN
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berada Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026)(Dok. Bakom RI)

PENDIRI Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan penguatan hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, khususnya ASEAN, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Pernyataan tersebut disampaikan Dino saat ditemui di sela-sela ajang Middle Power Conference di Jakarta, Selasa (14/4), menanggapi kunjungan luar negeri Prabowo ke Rusia dan Prancis di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Sebagai middle power, apalagi sebagai region power, kekuatan di Asia Tenggara, kita harus utamakan suatu kondisi di mana kalau pun (terjadi) perang di Eropa, kalau pun ada perang di Timur Tengah, perang di Afrika, bahkan di Asia Selatan. India-Pakistan kan masih hangat, paling tidak di Asia Tenggara kita aman,” kata mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut.

Dino juga menyoroti persepsi publik yang menilai Prabowo lebih banyak memberi perhatian pada kekuatan global dibandingkan kawasan Asia Tenggara. Meski demikian, ia menilai langkah kunjungan luar negeri tersebut tidak keliru.

Namun, ia menegaskan pentingnya perhatian lebih besar terhadap kerja sama regional, khususnya ASEAN. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pemimpin di kawasan dibandingkan di forum global seperti BRICS dan G20.

“Forum di mana kita bisa mengendalikan kawasan, mengendalikan situasi itu adalah Asia Tenggara. Dan inilah sebabnya Presiden Prabowo, menurut saya, tahun ini harus lebih banyak ngurus ‘kandang’ kita di Asia Tenggara,” ujar Dino.

Ia menambahkan Indonesia tidak perlu mengejar citra sebagai “macan Asia”, melainkan lebih realistis sebagai penggerak utama ASEAN.

“Kita tidak perlu jadi macan Asia, kita perlu jadi mesin ASEAN. Macan Asia itu dari segi retorika agak jauh menurut saya. Tapi mesin ASEAN itu sangat realistis,” katanya.

Selain itu, Dino juga meminta pemerintah lebih terbuka terkait agenda perjalanan luar negeri presiden agar tidak menimbulkan spekulasi publik.

“Kita harus tahu ini presiden mau kemana, sehingga tidak menimbulkan spekulasi. Jadi, imbauan saya kepada pemerintah, setiap kali ada perjalanan ke luar negeri, beri penjelasan secara profesional, secara protokoler saja. Jadwalnya ke mana, dan kalau bisa ketemu siapa, dan agendanya apa,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak ke Moskow, Rusia, pada Minggu malam untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.

Dari Moskow, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Paris untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya