Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENOPAUSE merupakan fase alami dalam kehidupan setiap perempuan. Namun, transisi ini sering kali disertai dengan berbagai tantangan fisik dan emosional. Berdasarkan data, sekitar 1 dari 5 perempuan bahkan mengalami menopause dini, yakni sebelum menginjak usia 45 tahun.
Menopause terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi sel telur dan hormon tertentu, terutama estrogen. Penurunan hormon ini memicu berbagai gejala yang dikenal sebagai vasomotor, seperti sensasi panas (hot flashes), gangguan konsentrasi (brain fog), kulit kering, hingga peningkatan iritabilitas atau perubahan suasana hati.
Meski periode perimenopause dan menopause tidak berbahaya secara medis, dampaknya bisa sangat mengganggu kualitas hidup sehari-hari. Oleh karena itu, mengelola fase ini secara efektif melalui modifikasi gaya hidup menjadi kunci utama bagi kesejahteraan perempuan dan mengurangi gejala menopause.
Mengelola menopause melibatkan pendekatan holistik yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan:
Diet Mediterania sangat direkomendasikan karena kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, lemak sehat (seperti minyak zaitun), ikan, dan kacang-kacangan. Pola makan ini terbukti efektif untuk:
Aktivitas fisik adalah pilar penting dalam menghadapi menopause. Olahraga beban dan aktivitas aerobik seperti berjalan, berlari, atau latihan kekuatan sangat disarankan. Manfaatnya meliputi:
Meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki suasana hati.
Kesehatan mental memegang peranan besar. Teknik pengurangan stres seperti yoga, tai chi, hingga terapi perilaku kognitif (CBT) sangat bermanfaat untuk mengelola kecemasan dan perubahan suasana hati yang sering muncul tiba-tiba.
Menghindari pemicu gejala adalah langkah preventif yang cerdas. Para perempuan disarankan untuk:
Jika gejala menopause dirasakan sudah sangat mengganggu aktivitas, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Dokter mungkin akan merekomendasikan Terapi Penggantian Hormon (HRT), obat nonhormonal, atau suplemen tertentu sesuai kebutuhan medis Anda.
(Harvard Health Publishing, Raveco Medical/H-3)
Menopause meningkatkan risiko osteoporosis dan penyakit jantung pada perempuan. Pelajari cara menjaga kesehatan tulang dan jantung pasca-menopause di sini.
Kenali gejala menopause mulai dari hot flashes hingga perubahan mood, serta panduan lengkap cara mengatasinya untuk meningkatkan kualitas hidup wanita.
Penelitian terbaru mengungkap tantangan atlet putri usia 40-60 tahun saat menopause. Gejala fisik dan mental tetap muncul meski aktif berolahraga.
Sebagian perempuan mengalami gejala hot flashes yang cukup parah hingga merasa tidak nyaman dan bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Veozah merupakan pengobatan yang disetujui FDA untuk gejala vasomotor sedang hingga berat, istilah medis untuk sekelompok gejala menopause seperti berkeringat malam dan hot flashes.
BEM UPH Medan sukses gelar Spirit Run 2026 di Urban Community Park. Ajang lari 5K ini diikuti 780 peserta sebagai wujud nyata pendidikan holistis.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Pasar kebugaran digital Tanah Air diproyeksikan melonjak dari US$ 3,8 miliar (2025) menjadi US$ 12,7 miliar (2031).
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang membuktikan bahwa variasi jenis olahraga lebih efektif memperpanjang usia dibandingkan sekadar menambah durasi latihan.
Dalam talkshow bertema Gaya Hidup Sehat untuk Keluarga itu, Lisa menekankan pentingnya merawat keluarga dimulai dari menjaga kesehatan diri sendiri.
Ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin memperingatkan munculnya tanda penuaan di usia 20-an akibat gaya hidup buruk. Simak tips perawatannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved