Tren Gaya Hidup Sehat Perempuan Meningkat, Lari Jadi Pilihan Favorit

Intan Safitri
07/4/2026 21:51
Tren Gaya Hidup Sehat Perempuan Meningkat, Lari Jadi Pilihan Favorit
Ilustrasi(Freepik.com)

PERUBAHAN gaya hidup mulai terlihat jelas di kalangan perempuan Indonesia. Aktivitas olahraga, khususnya lari, semakin diminati dan tidak lagi dianggap sebagai aktivitas yang eksklusif atau hanya untuk kalangan tertentu.

Fenomena ini tercermin dari meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai running marathon dalam beberapa tahun terakhir. Dari yang awalnya hanya diikuti ribuan orang, kini jumlahnya terus bertambah dan menjangkau lebih banyak latar belakang.

Kegiatan seperti lari 5K dan 10K menjadi pintu masuk bagi banyak perempuan untuk mulai aktif bergerak. Tidak sedikit yang sebelumnya jarang berolahraga, kini mulai rutin berlari sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Dari sekadar tren jadi kebutuhan

Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan menjadi faktor utama di balik perubahan ini. Perempuan kini tidak hanya melihat olahraga sebagai tren, tetapi sebagai kebutuhan.

Data yang dirilis dalam kegiatan AIA Vitality Women’s 10K menunjukkan bahwa lebih dari 10.000 anggota telah mencatatkan total aktivitas berjalan hingga lebih dari 30 juta kilometer. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas fisik masyarakat.

Kepala Komunikasi Korporat, Lia Merdekawaty, menegaskan bahwa perubahan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh lingkungan yang mendukung.

“Dalam lima tahun terakhir, kami melihat bahwa perubahan gaya hidup sehat terjadi ketika ada dukungan yang tepat, baik melalui reward maupun komunitas,” ujar Lia.

Komunitas dorong perempuan lebih konsisten bergerak

Selain faktor kesadaran, keberadaan komunitas juga memainkan peran penting. Banyak perempuan merasa lebih nyaman memulai olahraga ketika berada di lingkungan yang suportif.

Pendiri acara Women’s 10K, Laila Munaf, menyebut bahwa pendekatan yang inklusif menjadi salah satu alasan meningkatnya partisipasi perempuan dalam olahraga lari.

“Kami percaya bahwa setiap orang punya kapasitasnya masing-masing, pacenya masing-masing, and it’s totally normal. Yang terpenting adalah berani dan mau untuk memulai,” kata Laila.

Pendekatan ini membuat olahraga terasa lebih mudah diakses, tanpa tekanan untuk menjadi yang tercepat atau paling kuat.

Perubahan kecil, dampak besar

Tren ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Aktivitas sederhana seperti berjalan atau berlari secara rutin sudah cukup untuk membawa dampak signifikan.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, olahraga kini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental dan membangun rasa percaya diri.

Dengan semakin banyaknya perempuan yang berani memulai, tren ini diperkirakan akan terus tumbuh. Lari bukan lagi sekadar olahraga, tetapi telah menjadi simbol perubahan menuju hidup yang lebih aktif dan sehat. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya