Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan keluarga Samanta Elsener dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyatakan kemandirian seorang anak perlu disiapkan orangtua sebelum mengirim mereka masuk ke Sekolah Dasar (SD).
"Usia ideal bagi anak masuk SD tergantung dari tiap anak. Ada anak yang idealnya usia 6 tahun atau 7 tahun, ini dilihat dari kesiapan mereka, baik secara kognitif, perilaku, dan psikososialnya pada tiap anak," kata Samanta, dikutip Senin (8/7)
Samanta menuturkan kemandirian pada anak dapat mulai dibangun sejak sebelum berangkat ke sekolah.
Baca juga : Ini Tips Menyiapkan Mental Anak Agar Bersemangat Masuk Sekolah
Orangtua dapat mulai mengajarkan anak untuk memakai sepatu sendiri, mengganti baju, dan pergi ke kamar mandi bila ingin buang air.
Terkait dengan pembekalan diri, orangtua dapat meminta anak untuk menghafal nomor telepon rumah, nama orangtua, dan alamat rumah sebagai bentuk antisipasi bila terjadi hal-hal buruk selama berpisah dari orangtua dalam jangka waktu yang cukup lama.
Selain kemandirian, hal lain yang patut dipersiapkan adalah kemampuan kognitif anak yang perlu dilatih supaya ia lebih nyaman belajar di sekolah.
Baca juga : Tips Menyiapkan Anak Masuk Sekolah
"Kemampuan kognitif yang perlu dilatih adalah tentang pengelompokan benda atau bentuk, mampu membedakan mana yang sama atau berbeda, mampu mendengarkan orang lain saat bicara dan bicara secara bergantian, tidak memotong pembicaraan orang lain dan mau berbagi mainan dengan teman," ujarnya.
Menurut Samanta, pembentukan karakter dan kemampuan tersebut akan membantu anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan memahami instruksi yang diberikan para guru serta tenang selama waktu pembelajaran dilaksanakan.
"Kemandirian itu bisa menghindarkan anak dari dampak buruk bila masuk SD sebelum usianya yang ideal. Misalnya, anak jadi malas belajar, banyak keluhan dari guru, dan membuat anak merasa tertekan, sehingga berpotensi risiko prestasi belajarnya kurang bagus," pungkas Samanta. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved