Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif paling umum yang menyebabkan demensia pada orang dewasa lanjut usia. Faktor genetik berperan penting dalam perkembangan penyakit Alzheimer, namun gaya hidup juga berperan besar.
Lalu kebiasaan gaya hidup apa yang harus dihindari untuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer?
Orang yang menjalani gaya hidup sehat, terutama mereka yang berusia paruh baya (40-65 tahun) dan seterusnya, kecil kemungkinan terkena penyakit Alzheimer. Tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
Baca juga : Daftar 10 Makanan Pemicu Kanker dalam Jangka Panjang, Hindari Ya Bun!
Sebaliknya, orang yang tidak menerapkan gaya hidup sehat mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer. Berikut lima kebiasaan gaya hidup yang harus dihindari untuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer:
Aktivitas fisik yang teratur tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi juga penting untuk kesehatan otak. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko pengembangan Alzheimer.
Olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan merangsang pertumbuhan sel saraf baru. Disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit per hari, seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda.
Baca juga : Kasus Kanker di Usia Muda Meningkat karena Gaya Hidup Kebaratan
Diet yang tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan dapat berdampak negatif pada kesehatan otak. Pola makan seperti diet Mediterania yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, dan lemak sehat telah terbukti dapat menurunkan risiko Alzheimer.
Hindari konsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, dan minuman manis yang dapat meningkatkan risiko inflamasi dan gangguan metabolik yang berkontribusi pada perkembangan Alzheimer.
Tidur yang penting sangat baik untuk fungsi otak yang optimal. Sebaliknya, Kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat meningkatkan risiko Alzheimer.
Baca juga : 3 Langkah Mencegah Penyakit Kanker Prostat
Selama tidur, otak membersihkan racun yang terbentuk selama aktivitas harian. Disarankan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam dan menjaga pola tidur yang teratur.
Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko Alzheimer. Merokok diketahui dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke otak, sementara konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otak langsung dan mempercepat proses degeneratif.
Oleh karena itum, menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dalam batas wajar dapat membantu menurunkan risiko Alzheimer.
Aktivitas mental dan sosial yang kurang dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Stimulasi mental dan keterlibatan sosial dapat membantu menjaga otak tetap aktif dan sehat.
Terllibat dalam aktivitas seperti membaca, bermain puzzle, bermain teka-teki silang, belajar hal baru, dan berinteraksi dengan orang lain dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan menurunkan risiko Alzheimer. (Z-10)
Fitur Nightography Samsung geser kamera profesional di kalangan atlet dunia. Simak rahasia foto malam hari yang tajam dan autentik di sini.
Tanda penuaan kini muncul sejak usia 20-an. Dokter ungkap penyebab utamanya dan cara mencegah kerutan dini akibat gaya hidup modern.
Eva Longoria ceritakan adaptasinya tinggal di Spanyol. Mulai dari meninggalkan budaya 'working lunch' yang stres hingga kerinduan pada makanan Meksiko.
Biaya hidup selangit dan tekanan mental membuat banyak orangtua milenial memilih memiliki satu anak.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Gaya hidup warga Bekasi bergeser, olahraga kini jadi bagian lifestyle seiring hadirnya fasilitas sport dan wellness terintegrasi di pusat perbelanjaan.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Bertambahnya suhu bumi membuat kuman maupun virus bisa bertumbuh dengan lebih subur sehigga cukup berbahaya pada anak yang belum terproteksi dengan imunisasi rutin.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan Sp.KO ingatkan jemaah haji waspadai risiko diabetes, hipertensi, hingga jantung akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved