Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI generasi yang tumbuh di era 80-an dan 90-an, membawa ponsel yang bisa melakukan segalanya, mulai dari memotret hingga mengatur jadwal harian, dulu hanyalah mimpi fiksi ilmiah. Namun bagi anak-anak zaman sekarang, kenyataan orangtua mereka pernah hidup di dunia tanpa internet nirkabel terdengar seperti horor zaman prasejarah.
Sebuah kompilasi cerita dari 14 orangtua mengungkap betapa "kuno" barang-barang ikonik milenial di mata anak-anak mereka. Berikut adalah beberapa momen lucu yang membuktikan adanya jurang teknologi antar generasi.
Salah satu cerita paling ikonik datang dari Zohaib Sunesara. Putranya yang berusia 4 tahun, Yohan, memberikan reaksi tak terduga saat melihat disket.
"Ia menatapnya lama, lalu dengan percaya diri berkata, 'Wah, tombol save versi 3D!'. Aku butuh waktu sedetik untuk menyadari bahwa ia sedang membicarakan ikon simpan di komputer," kenang Zohaib.
Hal serupa dialami Peter Murphy Lewis saat memberikan kaset kepada anaknya, Quinton (8).
"Ia melihatnya seolah aku baru saja memberinya fosil dan bertanya, 'Apakah ini pemutar video kecil untuk semut?'" ujar Peter.
Telepon rumah atau landline juga menjadi teka-teki besar bagi Generasi Alpha. Teresa Pitman menceritakan saat ia meminta cucunya, Sebastian, 15, untuk mengangkat telepon rumah yang berdering. Sebastian hanya menatapnya bingung dan menjawab, "Tapi aku tidak tahu cara menggunakannya!"
Kekhawatiran yang lebih unik datang dari Katie Cloyd. Anaknya, Henry, sempat tidak percaya dulu telepon menempel di dinding dan tidak bisa melakukan apa pun selain menelepon. Setelah Henry menyentuh telepon tersebut di sebuah toko, ia merasa "ngeri" dengan konsep teknologi yang begitu terbatas.
Tak hanya teknologi komunikasi, hiburan masa lalu pun tak luput dari komentar jujur anak-anak:
Kisah-kisah ini menunjukkan betapa cepatnya dunia berubah. Hal-hal yang dulu kita anggap canggih kini telah menjadi benda museum bagi anak-anak kita. Meski terkadang membuat orang tua merasa "purba", reaksi jujur dan polos ini menciptakan momen tak terlupakan sekaligus pengingat tentang pesatnya evolusi teknologi.
Bagi mereka, barang-barang kita bukan sekadar alat, melainkan peninggalan dari "Zaman Batu" yang penuh dengan keanehan dan komedi. (Parents/Z-2)
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Milenial dan Gen Z Indonesia beralih ke multi-income stream dan pengelolaan uang real-time di tengah tekanan ekonomi. Simak perbandingan datanya di sini.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved