Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menyatakan bahwa mereka sepenuhnya siap menanggapi Amerika Serikat (AS) jika mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun. Dalam pidato yang disiarkan di media pemerintah Iran, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut merupakan kemenangan militer bagi Iran.
"Ketika musuh gagal mencapai tujuannya, itu berarti mereka telah dikalahkan," katanya, Minggu (19/4). Setelah kini menang dalam perang, katanya, Iran akan mendekati diplomasi dengan hati-hati.
Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai negosiator utama dalam perundingan perdamaian, mengatakan, "Kami sepenuhnya siap, jika mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun, kami akan menanggapi dengan kekuatan penuh."
Ia juga menegaskan kembali kendali atas Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa tindakan yang dianggap Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata, termasuk operasi pembersihan ranjau, akan mengakibatkan jalur air penting tersebut ditutup kembali.
Menurutnya, AS dan Iran masih jauh dari kesepakatan perdamaian permanen. Ia mengatakan Teheran, "Menyatakan tuntutan kami dengan tegas," tetapi ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
"Namun dalam negosiasi langsung, kami lebih saling memahami," tambahnya.
Seorang pejabat senior lain Iran mengatakan ia akan menyerahkan sesuatu yang disebut Donald Trump sebagai debu nuklir kepada AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan, "Saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak ada bahan yang diperkaya yang akan dikirim ke Amerika Serikat.
"Ini tidak mungkin dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa meskipun kami siap untuk mengatasi kekhawatiran apa pun yang kami miliki, kami tidak akan menerima hal-hal yang tidak mungkin."
Kedua pejabat Iran menjelaskan bahwa kesepakatan dengan AS masih jauh dari tercapai. Gencatan senjata 10 hari yang akan berakhir pada Rabu (22/4).
Presiden Trump mengancam akan mulai menjatuhkan bom lagi kecuali kedua pihak dapat mencapai kesepakatan jangka panjang. "Kami masih belum sampai pada tahap untuk melanjutkan ke pertemuan sebenarnya karena ada masalah yang belum ditinggalkan oleh Amerika," kata Khatibzadeh.
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan pada Sabtu, "Angkatan laut Iran yang berani siap untuk membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru."
Di Truth Social, Trump berkata, "Terlepas dari apakah orang menyukai Israel atau tidak, mereka telah terbukti menjadi Sekutu HEBAT Amerika Serikat. Mereka berani, tegas, setia, dan cerdas dan, tidak seperti yang lain yang menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya di saat konflik dan tekanan, Israel berjuang keras dan tahu bagaimana MENANG!"
Dia juga mengunggah video berdurasi empat menit yang menampilkan Frank Sinatra menyanyikan My Way. Ini dimulai dengan frasa "dan sekarang akhir sudah dekat". (GB News/I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Teheran tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup akibat blokade laut AS, sementara dua kapal kargo dilaporkan disita oleh pasukan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik kemunafikan AS terkait blokade pelabuhan. Ketegangan meningkat setelah Iran menyita dua kapal kargo di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran melampaui tenggat Rabu (22/4), tetapi tetap melanjutkan blokade pelabuhan.
Negosiasi AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. AS menuntut komitmen nuklir Iran, namun hasilnya nihil.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved