Iran Siap Respons AS jika Berbuat Pelanggaran

Wisnu Arto Subari
20/4/2026 07:00
Iran Siap Respons AS jika Berbuat Pelanggaran
Ilustrasi.(Freepik)

IRAN menyatakan bahwa mereka sepenuhnya siap menanggapi Amerika Serikat (AS) jika mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun. Dalam pidato yang disiarkan di media pemerintah Iran, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut merupakan kemenangan militer bagi Iran.

"Ketika musuh gagal mencapai tujuannya, itu berarti mereka telah dikalahkan," katanya, Minggu (19/4). Setelah kini menang dalam perang, katanya, Iran akan mendekati diplomasi dengan hati-hati.

Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai negosiator utama dalam perundingan perdamaian, mengatakan, "Kami sepenuhnya siap, jika mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun, kami akan menanggapi dengan kekuatan penuh."

Ia juga menegaskan kembali kendali atas Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa tindakan yang dianggap Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata, termasuk operasi pembersihan ranjau, akan mengakibatkan jalur air penting tersebut ditutup kembali.

Menurutnya, AS dan Iran masih jauh dari kesepakatan perdamaian permanen. Ia mengatakan Teheran, "Menyatakan tuntutan kami dengan tegas," tetapi ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

"Namun dalam negosiasi langsung, kami lebih saling memahami," tambahnya.

Seorang pejabat senior lain Iran mengatakan ia akan menyerahkan sesuatu yang disebut Donald Trump sebagai debu nuklir kepada AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan, "Saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak ada bahan yang diperkaya yang akan dikirim ke Amerika Serikat.

"Ini tidak mungkin dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa meskipun kami siap untuk mengatasi kekhawatiran apa pun yang kami miliki, kami tidak akan menerima hal-hal yang tidak mungkin."

Kedua pejabat Iran menjelaskan bahwa kesepakatan dengan AS masih jauh dari tercapai. Gencatan senjata 10 hari yang akan berakhir pada Rabu (22/4).

Presiden Trump mengancam akan mulai menjatuhkan bom lagi kecuali kedua pihak dapat mencapai kesepakatan jangka panjang. "Kami masih belum sampai pada tahap untuk melanjutkan ke pertemuan sebenarnya karena ada masalah yang belum ditinggalkan oleh Amerika," kata Khatibzadeh.

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan pada Sabtu, "Angkatan laut Iran yang berani siap untuk membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru."

Di Truth Social, Trump berkata, "Terlepas dari apakah orang menyukai Israel atau tidak, mereka telah terbukti menjadi Sekutu HEBAT Amerika Serikat. Mereka berani, tegas, setia, dan cerdas dan, tidak seperti yang lain yang menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya di saat konflik dan tekanan, Israel berjuang keras dan tahu bagaimana MENANG!"

Dia juga mengunggah video berdurasi empat menit yang menampilkan Frank Sinatra menyanyikan My Way. Ini dimulai dengan frasa "dan sekarang akhir sudah dekat". (GB News/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya