Kemenlu: Seluruh WNI di Libanon dalam Kondisi Aman

Ferdian Ananda Majni
16/4/2026 21:38
Kemenlu: Seluruh WNI di Libanon dalam Kondisi Aman
Ilustrasi(Dok AFP)

KEMENTERIAN Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Libanon dalam kondisi aman di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Hizbullah dan Israel yang meluas.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah menyampaikan sejauh ini tidak ada laporan WNI terdampak langsung oleh situasi tersebut.

"Saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI yang berada di Libanon dalam keadaan aman," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/4).

Berdasarkan data dari KBRI Beirut, terdapat 934 WNI yang saat ini berada di Libanon. Dari jumlah tersebut, 178 orang merupakan warga sipil, termasuk pelajar dan WNI yang menikah dengan warga setempat, dengan sebagian besar tinggal di Beirut.

Sementara itu, sebanyak 756 WNI lainnya merupakan personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di bawah naungan UNIFIL di wilayah selatan Libanon.

Heni menjelaskan bahwa KBRI Beirut terus melakukan pemantauan intensif serta menjaga komunikasi dengan para WNI, termasuk personel TNI yang bertugas di daerah rawan konflik.

“KBRI Beirut terus siaga, bila kondisi memburuk, rencana kontingensi telah disiapkan," tuturnya.

Ketegangan di Libanon meningkat sejak 2 Maret, ketika Hizbullah kembali melancarkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sebagai respons, Israel melakukan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Libanon, termasuk wilayah selatan, Lembah Beqaa, dan pinggiran Beirut. Pada Senin (16/3), militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Libanon selatan.

Meski sempat terjadi jeda setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS, konflik kembali memanas setelah serangan besar Israel ke Beirut dan kota-kota lainnya pada 8 Maret yang menewaskan ratusan orang.

Data otoritas kesehatan Libanon mencatat sedikitnya 2.089 korban jiwa dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi akibat eskalasi tersebut.

Di tengah situasi itu, Libanon dan Israel kini sepakat untuk membuka jalur negosiasi langsung, menyusul dialog awal yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Washington DC pada Selasa (14/4) sebagai upaya meredakan konflik yang terus berlanjut. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya