Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayah Iran dilaporkan telah menimbulkan dampak katastropik yang meluas. Selain menyasar infrastruktur strategis, serangan udara tersebut kini dilaporkan menghancurkan warisan budaya dunia Unesco, fasilitas pendidikan, serta pusat penelitian ilmiah yang menjadi tulang punggung identitas nasional Iran.
Berdasarkan data yang dirilis pemerintah Iran, meskipun pihak Washington dan Tel Aviv mengklaim serangan difokuskan pada target militer, kenyataan di lapangan menunjukkan kerusakan signifikan pada fasilitas sipil. Laporan media lokal mencatat sedikitnya 56 situs warisan budaya, 30 universitas, dan 55 perpustakaan mengalami kerusakan berat hingga hancur total sejak konflik Timur Tengah tersebut pecah.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Iran, Reza Salehi Amiri, mengecam keras penghancuran ini. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menghapus identitas nasional Iran. "Serangan yang disengaja dan sadar telah menghantam warisan budaya kami," tegas Amiri dalam sebuah wawancara resmi.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada 28 Februari 2024, ketika sebuah sekolah dasar putri di Minab menjadi sasaran rudal. Tragedi ini menewaskan sedikitnya 170 orang, yang mayoritas merupakan anak perempuan berusia 7 hingga 12 tahun.
Meski Presiden AS saat itu, Donald Trump, membantah keterlibatan negaranya, investigasi dari berbagai organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, menunjukkan indikasi kuat penggunaan rudal Tomahawk buatan AS dalam serangan tersebut.
Di level pendidikan tinggi, serangan dilaporkan menyasar institusi-institusi elit, antara lain:
Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran, Hossein Simaei Saraf, menyebut serangan ini sebagai kemunduran peradaban. "Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti kembali ke Zaman Batu," ujarnya sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/4).
Kerusakan budaya tidak hanya terkonsentrasi di Teheran, tetapi juga merambah ke kota bersejarah Isfahan. Situs-situs ikonik seperti Istana Golestan, Grand Bazaar Tehran, Istana Chehel Sotoun, hingga Masjid Jame Isfahan dilaporkan terdampak.
UNESCO, yang sebelumnya telah membagikan koordinat lokasi warisan budaya kepada pihak-pihak yang bertikai untuk mencegah kerusakan, mengonfirmasi adanya dampak fisik pada sejumlah situs bersejarah tersebut. Masjid Jame Isfahan sendiri merupakan situs warisan dunia yang merepresentasikan arsitektur Islam selama 12 abad.
"Restorasi, sesempurna apa pun, tidak akan pernah dapat mengembalikan artefak ke titik awalnya. Setiap retakan adalah bekas luka permanen pada sejarah fisik yang tidak dapat dibuat lagi," tambah Amiri.
Ali Vaez dari International Crisis Group menilai bahwa penghancuran sektor pendidikan dan budaya adalah bagian dari strategi untuk melemahkan kapasitas pembangunan jangka panjang Iran. Tujuannya adalah untuk mencegah negara tersebut melakukan rekonstruksi pasca-perang.
Senada dengan itu, analis Christopher Featherstone menyoroti perubahan retorika pemerintah AS. Menurutnya, penggunaan narasi yang ekstrem cenderung menormalisasi serangan terhadap fasilitas sipil, sebuah pergeseran dari komunikasi diplomatik tradisional yang biasanya menyebut insiden serupa sebagai "kejadian luar biasa yang tidak disengaja".
Hingga saat ini, situasi dan dmapak Konflik Timur Tengah di Iran masih terus dipantau oleh lembaga internasional seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan hilangnya bukti-bukti peradaban manusia yang tak ternilai harganya di wilayah tersebut. (AFP/H-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved