Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Blokade militer yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz mulai menunjukkan dinamika di lapangan. Data pelacakan maritim mencatat sejumlah kapal tetap melintasi jalur tersebut dari pelabuhan Iran sedangkan sebagian lainnya memilih berbalik arah di tengah situasi yang belum pasti.
Setidaknya tiga kapal tercatat berhasil melintasi Selat Hormuz setelah blokade resmi diberlakukan. Secara keseluruhan, ada tujuh kapal yang terhubung dengan Iran sempat melintas di jalur tersebut, berdasarkan data penyedia intelijen maritim Kpler.
Salah satu kapal, bulk carrier berbendera Liberia, Christianna, melanjutkan pelayaran usai membongkar muatan jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini. Kapal itu melewati wilayah sekitar Pulau Larak beberapa jam setelah blokade dimulai.
Kapal lain, tanker Elpis berbendera Komoro, juga tercatat melintasi selat setelah mengangkut puluhan ribu ton metanol dari pelabuhan Bushehr. Kapal lain yang melintas termasuk Argo Maris yang juga berlayar dari Iran.
Namun, tidak semua perjalanan berjalan mulus. Sejumlah kapal, termasuk tanker yang terkait dengan Tiongkok, terdeteksi berbalik arah setelah memasuki perairan Teluk Oman. Perubahan arah ini diduga dipicu oleh tekanan situasi keamanan serta ketidakpastian akibat blokade.
Di sisi lain, militer AS mengklaim operasinya tetap berjalan efektif. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan tidak ada kapal yang benar-benar lolos tanpa pengawasan.
“Tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade tanpa kendali. Enam kapal niaga memilih berbalik arah sesuai instruksi pasukan AS,” demikian pernyataan resmi mereka.
Washington menegaskan blokade diterapkan tanpa diskriminasi terhadap semua kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, baik di Teluk Persia maupun Teluk Oman. Langkah ini diambil menyusul kegagalan perundingan damai dengan Teheran.
Meski demikian, situasi di lapangan tidak sepenuhnya jelas. Selama konflik berlangsung diperkirakan sinyal pelacakan kapal kerap mengalami gangguan bahkan manipulasi sehingga menyulitkan pemantauan secara akurat. (AFP/E-3)
Intelijen maritim Windward AI mengungkap jaringan lepas pantai rahasia Iran untuk memindahkan 20 juta barel minyak guna menghindari blokade ketat Amerika Serikat.
IMF menyatakan kekhawatiran serius terhadap gangguan rantai pasokan global akibat terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.
Pemerintah Tiongkok melontarkan kritik keras terhadap langkah Amerika Serikat yang memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Sejarah mencatat bagaimana blokade Kuba pada 1962 hampir menyeret dunia ke perang nuklir. Kali ini, konteksnya berbeda, tetapi logika eskalasi bekerja dengan cara yang sama.
Tiongkok sebut blokade AS di Selat Hormuz tak selesaikan masalah. Trump ancam musnahkan kapal Iran, sementara IRGC peringatkan keamanan pelabuhan Teluk.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved