Tiongkok Kecam Blokade AS di Selat Hormuz usai Perundingan Islamabad Gagal

Media Indonesia
14/4/2026 09:17
Tiongkok Kecam Blokade AS di Selat Hormuz usai Perundingan Islamabad Gagal
Peta Selat Hormuz.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Tiongkok melontarkan kritik keras terhadap langkah Amerika Serikat (AS) yang memutuskan untuk memblokade kapal-kapal di Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil Washington menyusul kegagalan perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan, yang tidak menghasilkan kesepakatan damai.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menegaskan bahwa tindakan militeristik tersebut bukan solusi bagi stabilitas kawasan. Menurutnya, akar penyebab gangguan di jalur maritim vital tersebut adalah konflik militer yang berkepanjangan.

"Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin. Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. Menjaga keamanan wilayah tersebut melayani kepentingan bersama komunitas internasional," ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.

Blokade Total dan Ancaman Trump

Komando Pusat (CENTCOM) AS secara resmi memulai blokade jalur maritim tersebut pada Senin (13/4) pukul 21.00 WIB. Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Donald Trump setelah delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance kembali dari Islamabad tanpa membawa hasil kesepakatan pada Sabtu (11/4).

Melalui platform Truth Social, Trump memberikan peringatan keras bahwa kapal-kapal Iran yang mendekati wilayah blokade akan segera dieliminasi.

Peringatan Trump, "Jika ada kapal (Iran) yang mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIELIMINASI, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di laut."

Respons Keras Iran dan Dampak Ekonomi Global

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyalahkan sikap maksimalis AS sebagai penyebab gagalnya MoU Islamabad. Ia menyatakan bahwa Iran telah terlibat dengan iktikad baik, tetapi justru dihadapi dengan ancaman blokade Angkatan Laut AS.

Garda Revolusi Iran (IRGC) pun tidak tinggal diam. Mereka memperingatkan bahwa jika blokade terus berlanjut, tidak ada pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman yang akan aman. IRGC menegaskan akan melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh untuk melintasi Selat Hormuz.

Dampak dari ketegangan ini langsung terasa pada sektor logistik global:

  • Lalu Lintas Berhenti: Pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti total karena kapal-kapal mulai berbalik arah.
  • Pasokan Energi Terancam: Selat Hormuz merupakan jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG).
  • Stabilitas Rantai Pasok: Tiongkok menyatakan siap bekerja sama dengan negara mana pun untuk menjaga keamanan energi global di tengah ketidakpastian ini.

Tiongkok meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri. Beijing berkomitmen untuk terus memainkan peran konstruktif guna memulihkan perdamaian di kawasan Timur Tengah secara mendasar. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya