Mau Beli Minyak Banyak dari Rusia, Filipina Minta Izin AS

Andhika Prasetyo
15/4/2026 07:56
Mau Beli Minyak Banyak dari Rusia, Filipina Minta Izin AS
ilustrasi(Antara)

 

Pemerintah Filipina tengah menunggu tanggapan dari Amerika Serikat terkait permintaan untuk meningkatkan impor minyak dari Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Manila mengatasi krisis energi yang semakin mendesak. Menteri Energi Sharon Garin mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan otoritas di Washington guna memperoleh perpanjangan pengecualian embargo yang sebelumnya diberikan.

“Kami telah berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri (AS) untuk mendapatkan kesempatan lagi atau perpanjangan pencabutan embargo,” kata Garin kepada wartawan di Manila, Selasa (14/4).

Ia menambahkan, pemerintah Filipina optimistis permintaan tersebut akan mendapat respons positif, mengingat kondisi darurat energi yang sedang dihadapi negara tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik antara AS dan Iran, Washington sebelumnya memberikan pengecualian selama 30 hari bagi sejumlah negara untuk tetap melakukan pembelian minyak Rusia. Kebijakan ini muncul di tengah sanksi Barat terhadap Moskow akibat perang di Ukraina.

Filipina sendiri menjadi negara pertama yang menetapkan status darurat energi sebagai respons terhadap gangguan pasokan minyak global. Kondisi ini dipicu oleh konflik geopolitik yang berdampak langsung pada distribusi energi dunia.

Pada Maret lalu, Filipina tercatat membeli sekitar 2,48 juta barel minyak mentah dari Rusia. Ketergantungan negara ini terhadap impor energi juga tergolong tinggi, dengan sekitar 90 persen kebutuhan minyak dipasok dari kawasan Timur Tengah.

Sepanjang 2024, Filipina mengeluarkan hingga 16 miliar dolar AS untuk impor minyak, atau setara sekitar Rp274 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas energi sekaligus menekan dampak ekonomi dari lonjakan harga global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya