Trump: Nuklir Iran Jadi Penghambat Perundingan Damai

Media Indonesia
14/4/2026 17:15
Trump: Nuklir Iran Jadi Penghambat Perundingan Damai
Presiden AS Donald Trump(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut program nuklir Iran masih menjadi kendala utama dalam perundingan antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Islamabad, akhir pekan lalu.

Meski demikian, Trump meyakini Iran pada akhirnya akan menyetujui syarat yang diajukan AS untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

"Saya pikir mereka akan menyetujuinya. Saya hampir yakin. Bahkan saya yakin. Jika mereka tidak setuju, tidak akan ada kesepakatan. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump, Senin (13/4).

Ia juga memuji kinerja Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin tim negosiasi bersama Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta Jared Kushner.

"Yah, dia (Vance) telah melakukan pekerjaan yang baik, begitu pula Steve dan Jared, mereka semua melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Kami telah dipanggil oleh pihak lain (Iran). Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," ujar Trump.

Perundingan Belum Berbuah Hasil

Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4), menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara kedua negara.

Namun, perundingan tersebut, yang dianggap sebagai pertemuan paling bersejarah sejak AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 1979, belum menghasilkan kesepakatan untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

AS Blokade Selat Hormuz

Menyusul kebuntuan perundingan, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB).

Menurut Trump, langkah tersebut bertujuan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz guna menekan harga minyak global sekaligus mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai langkah AS sebagai bentuk aksi balas dendam yang berdampak pada ekonomi global.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya