Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut program nuklir Iran masih menjadi kendala utama dalam perundingan antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Islamabad, akhir pekan lalu.
Meski demikian, Trump meyakini Iran pada akhirnya akan menyetujui syarat yang diajukan AS untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
"Saya pikir mereka akan menyetujuinya. Saya hampir yakin. Bahkan saya yakin. Jika mereka tidak setuju, tidak akan ada kesepakatan. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump, Senin (13/4).
Ia juga memuji kinerja Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin tim negosiasi bersama Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta Jared Kushner.
"Yah, dia (Vance) telah melakukan pekerjaan yang baik, begitu pula Steve dan Jared, mereka semua melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Kami telah dipanggil oleh pihak lain (Iran). Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," ujar Trump.
Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4), menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara kedua negara.
Namun, perundingan tersebut, yang dianggap sebagai pertemuan paling bersejarah sejak AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 1979, belum menghasilkan kesepakatan untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menyusul kebuntuan perundingan, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB).
Menurut Trump, langkah tersebut bertujuan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz guna menekan harga minyak global sekaligus mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai langkah AS sebagai bentuk aksi balas dendam yang berdampak pada ekonomi global.
(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)
Garda Revolusi Iran (IRGC) peringatkan AS bahwa Selat Hormuz kini menjadi "zona bahaya mematikan" bagi kapal militer asing.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat sebagai penyebab gagalnya perundingan damai di Islamabad.
Pakistan mendesak AS dan Iran untuk tetap menjaga komitmen gencatan senjata meskipun perundingan memanas. Ketegangan baru muncul di tengah upaya diplomatik.
Perundingan damai AS-Iran di Islamabad gagal setelah 21 jam. Sementara itu, Trump hadir di UFC Miami. Vance klaim komunikasi intensif dengan Presiden tetap berjalan.
Negosiasi AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. AS menuntut komitmen nuklir Iran, namun hasilnya nihil.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved