Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Putaran Kedua Negosiasi AS-Iran

Ferdian Ananda Majni
14/4/2026 16:42
Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Putaran Kedua Negosiasi AS-Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi(AFP)

PAKISTAN mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk putaran kedua perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam beberapa hari ke depan, menyusul belum tercapainya kesepakatan pada perundingan sebelumnya.

Dua pejabat Pakistan yang mengetahui perkembangan tersebut menyebutkan bahwa tawaran itu masih bergantung pada kesepakatan kedua pihak, termasuk kemungkinan perubahan lokasi. Namun, sumber lain mengindikasikan bahwa pembicaraan kemungkinan kembali digelar di Islamabad, seperti pada putaran pertama.

Salah satu pejabat menegaskan bahwa pertemuan awal merupakan bagian dari proses diplomasi berkelanjutan, bukan sekadar upaya satu kali. 

Sementara itu, dua sumber dari pihak AS mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan negosiasi demi mencapai kesepakatan sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir.

Diskusi terkait putaran kedua masih berlangsung. Sumber dari Pakistan bahkan menyebut kedua negara telah menyepakati rencana tersebut, meski jumlah delegasi yang akan terlibat belum ditentukan. 

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana lanjutan tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt hanya menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berpegang pada tujuan negosiasinya. 

"Tim negosiasi telah memperjelas garis merah AS. Keputusasaan Iran mencapai kesepakatan hanya akan meningkat dengan blokade angkatan laut Presiden Trump yang sangat efektif yang sekarang berlaku," katanya dikutip Anadolu, Selasa (14/4).

Di sisi lain, salah satu sumber dari Iran menyatakan bahwa negaranya tidak terburu-buru untuk melanjutkan perundingan. 

"Iran tak terburu-buru, dan sampai AS menyetujui kesepakatan yang wajar, tidak akan ada perubahan Selat Hormuz," sebutnya.

Sebelumnya, kedua negara telah menggelar pembicaraan di Islamabad. 

Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan. Iran tetap bersikeras agar hak pengayaan uranium dan kendali atas Selat Hormuz diakui, sementara Amerika Serikat menuntut penghentian program nuklir Iran serta penyerahan material uranium yang telah diperkaya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya