Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris, Keir Starmer, secara tegas menyerukan penghentian segera serangan militer Israel terhadap Libanon. Starmer mendesak agar Libanon dimasukkan sebagai poin krusial dalam kesepakatan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah guna menghindari krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
Dalam pernyataannya di hadapan Parlemen Inggris, Starmer menekankan bahwa meskipun pelucutan senjata Hizbullah merupakan keharusan, tindakan militer Israel saat ini dianggap tidak tepat secara kemanusiaan.
"Kami menyerukan agar Libanon segera dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata," ujar Starmer kepada Dewan. "Hizbullah harus melucuti senjatanya, tetapi saya juga yakin bahwa serangan Israel salah. Serangan tersebut memiliki konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan mendorong Libanon ke dalam krisis. Pengeboman harus dihentikan sekarang."
Selain menyoroti situasi di Libanon, Starmer juga memberikan respons keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait ancaman terhadap Iran. Starmer menilai retorika yang menyinggung penghancuran peradaban adalah tindakan yang keliru.
"Sehubungan dengan pernyataan tentang menghancurkan peradaban, dapatkah saya benar-benar menjelaskan kepada Dewan ini? Itu salah. Ancaman terhadap warga sipil Iran dengan cara itu salah," tegasnya.
Ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah mengalami eskalasi signifikan sejak awal Maret 2026. Berikut lini masa singkat perkembangan konflik tersebut:
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 2 Maret | Hizbullah melanjutkan serangan rudal ke wilayah Israel di tengah memburuknya situasi regional. |
| Pasca 2 Maret | Israel melancarkan serangan udara skala besar ke wilayah Libanon. |
| 16 Maret | Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Libanon selatan. |
Situasi diplomatik saat ini masih diliputi ketidakpastian. Meskipun sempat ada laporan mengenai gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat yang membuat Hizbullah menangguhkan operasinya, serangan besar-besaran Israel ke Libanon memicu kembalinya kontak senjata.
Iran dan Pakistan, yang bertindak sebagai mediator dalam proses perdamaian, menyatakan bahwa serangan Israel ke Libanon merupakan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata. Namun, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Libanon tidak termasuk dalam cakupan perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Kondisi ini menempatkan Libanon dalam posisi rentan. Tekanan internasional kini mengarah pada upaya memasukkan negara tersebut ke dalam kerangka perdamaian permanen guna menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut. (Sputnik/I-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved