Ma'ruf Amin Soroti Gagalnya Perundingan Iran-AS: Memang tidak Niat Damai

Dhika Kusuma Winata
13/4/2026 12:43
Ma'ruf Amin Soroti Gagalnya Perundingan Iran-AS: Memang tidak Niat Damai
Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin(Antara)

Mantan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menilai kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran bukan semata karena perbedaan posisi melainkan dipicu oleh adanya kepentingan tersembunyi yang lebih dominan dibanding upaya mencari solusi damai. Menurut Ma'ruf Amin, hal itu menunjukkan tidak ada kesungguhan untuk menghentikan perang.

Jika seluruh pihak benar-benar mengedepankan kepentingan bersama, terutama demi stabilitas global, Ma'ruf Amin menilai perundingan tidak akan berakhir buntu. Dia menyebut kegagalan tersebut justru mencerminkan kurangnya kesungguhan dalam mencapai perdamaian.

“Kalau tidak ada kepentingan, (artinya) kepentingannya kebaikan seluruhnya, pasti tidak akan terjadi kegagalan itu. Tapi kalau gagal, berarti kan ada kepentingan terselubung. Tidak sungguh-sungguh untuk mencari solusi damai,” kata Ma'ruf Amin kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/4).

Dia mengingatkan konflik yang terus berlarut hanya akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi negara yang terlibat langsung, tetapi juga dunia secara keseluruhan. Perang yang terjadi juga dikhawatirkan akan terus menimbulkan kerusakan lintas sektor dan memperburuk kondisi global.

Ma’ruf menilai seharusnya para pihak bisa menekan kepentingan masing-masing demi mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan konflik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal itu belum terjadi.

"Padahal perang ini kan menyusahkan semua, membawa kerusakan di semua sektor dan seluruh negara terkena dampaknya," ujarnya.

"Sebenarnya kalau mereka melihat bahwa dampak ini harus dihilangkan, mau mengurangi kepentingannya, sebetulnya tidak ada masalah. Tapi ketika itu tidak terjadi, berarti itu kan memang tidak sungguh-sungguh," tambahnya.

Terkait dampak bagi Indonesia, Ma’ruf menegaskan bahwa situasi global yang tidak stabil akan ikut berimbas, baik secara ekonomi maupun geopolitik. Meski demikian, dia menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

"Indonesia pasti semua kena dampaknya. Tapi kita mau tidak mau kan harus siap menghadapi dampak apapun yang terjadi," tukasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya