Libanon Upayakan Diplomasi di Washington untuk Usir Pasukan Israel

Dhika Kusuma Winata
13/4/2026 12:39
Libanon Upayakan Diplomasi di Washington untuk Usir Pasukan Israel
Helikopter Israel menyerang Libanon.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Libanon, Nawaf Salam, menegaskan bahwa pemerintahannya tengah mengerahkan segala upaya diplomatik untuk menghentikan perang dan mendorong penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah kedaulatan Libanon. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang kian memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Pemerintah Libanon saat ini masih mengandalkan jalur negosiasi guna mengakhiri pertumpahan darah. Perundingan tingkat tinggi dijadwalkan akan berlangsung di Washington, Amerika Serikat, dalam waktu dekat, yang melibatkan perwakilan dari Libanon, Israel, dan AS sebagai mediator.

"Kami akan terus bekerja untuk menghentikan perang ini dan memastikan penarikan Israel dari seluruh wilayah kami," ujar Salam dalam pidato resmi yang disiarkan televisi, Senin (13/4).

Krisis Kemanusiaan dan Serangan terhadap Paramedis

Di lapangan, situasi kemanusiaan dilaporkan kian memburuk. Palang Merah Libanon melaporkan insiden tragis yaitu seorang paramedis mereka tewas setelah ambulans yang sedang menjalankan misi kemanusiaan dihantam serangan drone Israel.

Ironinya, serangan tersebut terjadi meskipun kendaraan dan petugas menggunakan lambang Palang Merah yang terlihat jelas. Pihak Palang Merah mengecam keras tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, mengingat koordinasi dengan UNIFIL telah dilakukan untuk menjamin jalur aman.

Data Korban dan Dampak Konflik:
  • Total Korban Tewas: Melampaui 2.000 orang (termasuk anak-anak dan tenaga medis).
  • Serangan Paramedis: Dua relawan Palang Merah tewas dalam beberapa pekan terakhir.
  • Wilayah Terdampak: Libanon Selatan, Bekaa Barat, dan wilayah perbatasan.

"Saya sangat terkejut dan berduka atas tewasnya relawan Palang Merah Libanon untuk kedua kalinya dalam beberapa pekan terakhir," ungkap Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Jagan Chapagain.

Israel Tegaskan Operasi Militer Berlanjut

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukannya berhasil meniadakan ancaman invasi dari Hizbullah. Namun, ia mengakui bahwa operasi militer di Libanon masih jauh dari kata selesai.

Israel menegaskan bahwa gencatan senjata sementara yang mungkin terjadi di kawasan lain Timur Tengah tidak akan mencakup konflik mereka dengan Hizbullah di Libanon. Israel berambisi membentuk zona keamanan di Libanon selatan guna mencegah serangan di masa depan.

"Masih banyak yang harus dilakukan dan kami terus melakukannya. Perang ini masih berlangsung," tegas Netanyahu.

Hingga Minggu waktu setempat, media resmi Libanon melaporkan puluhan titik di wilayah selatan, termasuk kawasan Bekaa Barat, kembali menjadi sasaran bombardir udara. Kementerian Kesehatan Libanon mencatat angka kematian terus merangkak naik, memicu kekhawatiran akan krisis pengungsian yang lebih besar di kawasan tersebut. (AFP/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya